Paman Birin Instruksikan Kepala Daerah Se Kalsel Kerahkan Semua Sumber Daya

DIINTRUKSIKAN Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, seluruh kepala daerah agar mengerahkan segala daya dan upaya yang dimiliki.

Baik itu secara personel, peralatan, dan dukungan anggaran.

“Semua harus bergerak melawan penyebaran covid 19 dari Pemerintah Daerah sampai dunia usaha, masyarakat, sama sama melawan Covid 19,” instruksi Paman Birin dalam video conference dengan Bupati dan Wali Kota se Kalsel di Command center, Banjarbaru Kamis (2/4).

Paman Birin secara intens dan serius menyampaikan banyak arahan dan petunjuk untuk memutus mata rantai penularan virus Covid 19 di Kalsel.

Dalam arahannya, Bupati dan Wali Kota diminta untuk mengoptimalkan pengawasan dan penanganan pertama terhadap Orang Dalam Pemantauan ODP maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), menyiapkan petugas medis dan fasilitas kesehatan, memberikan bantuan sosial atau sembako, dan berkoordinasi dengan aparat baik TNI dan Polri.

Selain itu, Paman Birin juga meminta untuk meningkatkan pengawasan di kawasan perbatasan dengan provinsi tetangga baik darat dan laut.

“Kepada Bupati yang yang daerahnya berbatasan langsung saya minta untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk, didata betul-betul orangnya, dicek kesehatanya,” ucapnya.

Gubernur Kalsel juga menekankan agar gugus tugas se Kalsel saling bersinergi dan berkolaborasi untuk menangani penyebaran Covid 19.

Terutama dalam hal pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test yang menjadi persoalan bersama.

“Tidak ada rotan akar pun jadi, kalau APD nya tidak tersedia kita bisa bekreasi, berninovasi, kita semua harus bahu membahu,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 374
Loading...

Gubernur juga menyinggung soal penggunaan anggaran penanganan Covid 19 yang harus efektif dan efisien.

Tak lupa, Paman Birin meminta kepada kepala daerah untuk memohon doa kepada tokoh agama dan alim ulama agar pandemi Covid 19 segera berlalu.

Sementara Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pengetatan orang di pintu masuk dan keluar menjadi keharusan terlebih daerahnya kini berstatus transmisi lokal.

Ibnu Sina melaporkan, para petugas medis yang menjadi ujung tombak di puskesmas masih sangat memerlukan Alat Pelindung Diri (APD).

Sedangkan Wakil Bupati Barito Kuala Rahmadian Noor, mengatakan pendirian posko cegah tangkal sudah dilakukan di 6 titik perbatasan dengan Provinsi Kalteng yang salah satunya di wilayah Anjir Pasar.

Menurutnya, apa yang disampaikan Paman Birin sudah dilakukan seperti meningkatkan pengawasan di lingkungan Kecamatan hingga ke tingkat desa.

“Mereka melakukan pengawasan di lingkungan masing masing, pembatasan dilakukan di pintu masuk dan keluar di wilayahnya masing masing,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah memperpanjang masa tanggap darurat hingga tanggal 16 April menyusul terus bertambahnya kasus penyebaran Covid 19.

Selain itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor 188.44/0210/Kum/2020 tertanggal 31 Maret 2020, tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar wilayah Provinsi Kalsel.

Imbas pembatasan tersebut, KSOP Banjarmasin telah mengeluarkan surat edaran bahwa pelabuhan Banjarmasin menutup pintu untuk kapal penumpang. Sementara di jalur udara, ada pengurangan jumlah penerbangan di setiap maskapai penerbangan.

Di jalur darat, Paman Birin memantau langsung kondisi situasi pos jaga di Kabupaten Tabalong serta melakukan Monitoring beberapa kabupaten kota se Kalsel. (adv/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya