“Satuan Langkah, Keselamatan Masyarakat Paling Utama”

Banjarmasin, KP – “Perlu satukan langkah, keselamatan masyarakat menjadi perhatian paling utama,” kata Sekdapov, H Abdul Haris Makkie selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalsel.

Itu pada rapat terbatas penanganan Covid– 19, bersama MUI Kalsel dan aparat keamanan, Sabtu (11/4) di Banjarmasin.

Ini harus dilakukan seluruh pihak baik Pemerintah Daerah, TNI – Polri dan di dukung organisasi organisasi keagamaan yang sudah melakukan langkah preventif.

Rapat terbatas dihadiri Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani, Danrem 101 Antasari Kolonel Inf M Syech Ismed SE, M.Han.

Ka Kanwil Kemenag, Drs H Noor Fahmi MM, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel H Muhammad Muslim, S.Pd, M.Kes.

Pihak MUI, dihadiri Wakil Ketua, Prof Dr HA Hafiz Anshary, AZ, MA didampingi Sekertaris Umum, Drs HM Fadhly Mansoer, MM.

Disini juga penyamaan pandangan terkait pelaksanaan ibadah bagi Umat Muslim di Kalsel.

“Perlu kesatuan langkah – langkah mengantisipasi penyebaran Covid – 19 di, terlebih saat ini statusnya sudah menjadi tanggap darurat,” tambah Haris.

Sementara itu Kapolda Kalsel mengingatkan seluruh pihak terkait perlu merapatkan barisan.

“Upaya yang paling efektif dilaksanakan dalam mencegah, perlunya penyamaan persepsi / menyatukan pandangan dalam menangani permasalahan yakni dengan menghindari kerumunan masyarakat.

“Hal ini pun perlu langkah dan upaya koordinasi.

Ini adalah tantangan kita semua dalam penanganan Covid – 19 yang perlu kita hadapi disituasi yang tidak biasa saat ini,” ucap kapolda.

Lebih lanjut, perlu penguatan MUI Kalsel melalui himbauan – himbauan apa yang dilaksanakan pemerintah daerah, Polri dan TNI saat ini untuk kemasehatan bersama.

Berita Lainnya
1 dari 869
Loading...

“Sehingga terciptanya pemahaman yang searah untuk memutus mata rantai perkembangan Covid – 19 di Kalsel.

Kami dari Polri bersama TNI dan stakeholder terkait, sudah melakukan langkah-langkah strategis di lapangan termasuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat layanan publik dan sarana ibadah, serta sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat terkait Virus Corona (Covid – 19),” tambah kapolda/

Terkait pelaksanaan ibadah bagi umat muslim, kapolda menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Banua untuk patuh terhadap Fatwa MUI tentang tidak melaksanakan ibadah secara berjamaah di masjid selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Ia meminta jamaah untuk menaati Fatwa MUI yang dipertegas pemerintah daerah agar masyarakat ngin beribadah bisa melaksanakan secara sendiri-sendiri tidak berjamaah.

Hal tersebut dilakukan guna menekan penyebaran virus corona.

Tidak beribadah di Mesjid, kata Kapolda Kalsel, juga pernah terjadi di masa silam. Saat itu, ada wabah penyakit yang menyebar dari Mesir ke Andalusia.

Masjid-masjid ditutup agar penyakit tak menyebar lebih luas.

Penyampaian Kapolda Kalsel, pun selaras dengan apa yang disampaikan Wakil Ketua MUI Kalsel yang mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran berkaitan dengan penanganan Covid – 19.

Berisikan Mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengeluarkan himbauan untuk tidak melaksanakan salat Jumat di masjid dan mengganti pelaksanaannya di rumah masing-masing.

Pada dasarnya MUI Kalsel siap mendukung apa yang ditetapkan pemerintah pusat maupun daerah.

Sedangkan Danrem 101/Antasari, juga mengajak untuk satukan langkah dan satukan barisan.

“Mari kita sama – sama mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah,” ucap danrem. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya