Corona Tetap Berkembang Produk Padi Tapin Tetap Berlimpah

635

Rantau, KP – Viros Corona atau Corona Virus Deases 1919 (Covid-19) masih terus menghantui berbagai daerah di provinsi Kalimantan Selatan termasuk di kabupaten Tapin masih saja belum habis-habisnya, namun prpduksi pangan khususnya padi di daerah ini terus bertambah.

Mengingat kondisi masyarakat saat ini masih berhadapan dengan virus Corona, yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomo masyarakat semakin terjepit hal ini ternyata kurang berpengaruh bagi pertumbuhan hasil pertanian khususnya tanaman padi di daerah ini.

Untuk menghadapi kebutuhan pangan khususnya pertanian padi dalam hal menghadapi irus Corona yang masih belum dapat dipridiksi kapan akan berakhirnya, bupati Tapin Drs. HM. Arifin Arpan, MM dalam beberapa kesempatan di hadapan para kepala dinasnya dan warga masyarakat Tapin khususnya para petani agar jangan selalu menjual hasil pertaniannya terutama padi ke luar daerah Tapin.

“ Dalam suasanan pandemik Corona ini kita akan selalu siap untuk kebutuhan pangan khususnya padi, karena itu begitu panen jangan habis dijual dan persiapkan untuk kebutuhan sendiri,” ungkapnya.

Berita Lainnya

Lensa Foto Tapin

Loading...

Menururut bupati Tapin walaupun kini masyarakat kita sudah mulai panen padi, dan terus kita persiapkan kebutuhan pokok ini tetap tersedia, karena itu ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyimpan padi untuk kebutuhan pokok masyarakat hingga mencukupi.

Sementara itu pada kesempatan terpisah kepala dinas Pertanian kabupaten Tapin Wagimin, mengakui saat ini masyarakat Tapin yang hidupnya bertani sawah kini sebagian sudah mulai panen dan mereka ada yang langsung menjualnya kepada pembeli gabah di desa-desa.

“Kita merespon keinginan bupati agar kedepan kita jangan langsung menjual gabah hasil panen, kalau perlu disimpan dahulu walaupun pun petani juga butuh uang untuk kebutuhan hidupnya,”ungkapnya.

Menurut Wagimin, tahun ini produksi padi Tapin tetap melimpah dan surplus dalam artian hasil produksi pertanian di Tapin mampu mencukupi untuk kebutuhan warganya selama tiga tahun setengah.

“Kami menghimbau lebih baik disimpan dulu padinya dan dikeringkan, kalaupun harusnya menjualnya jadikanlah beras, karena keuntungan menjual beras dengan padi sangat jauh keuntungannya,” pungkasnya. (ari/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya