Sektor Perbankan Belum Terpengaruh Covid-19

Kendati demikian, memang beberapa pengusaha sudah mengajukan relaksasi hutang, khususnya sektor perhotelan dan penyediaan jasa transportasi, seperti ojek online ataupun mobil online, ataupun pertanian.

BANJARMASIN, KP – Sektor perbankan di Kalsel belum terdampak Covid-19, terutama di Bank Kalsel, tidak terlihat penurunan aktivitas yang signifikan.

“Jadi belum terlihat dampak Covid-19 di sektor perbankan. Mudah-mudahan memang tidak terpengaruh,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Rabu (6/5/2020), di Banjarmasin.

Menurut Imam Suprastowo, hasil monitoring di Kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS) tidak menunjukan penurunan yang signifikan, walaupun ada penurunan.

“Ini masih tahap awal, sehingga belum dipastikan dampaknya, semoga memang tidak terpengaruh,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Sedangkan dari non performing loan (NPL) atau kredit macet, menurut Imam, masih dalam tahap wajar, dimana di Kabupaten HSS sekitar satu persen dan Tapin hampir tiga persen.

“Masih belum banyak terpengaruh, dan diharapkan masih banyak pengusaha yang mampu membayar pinjamannya, sehingga tidak ada penundaan pembayaran,” jelas Imam Suprastowo.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

Kendati demikian, memang beberapa pengusaha sudah mengajukan relaksasi hutang, khususnya sektor perhotelan dan penyediaan jasa transportasi, seperti ojek online ataupun mobil online, ataupun pertanian.

“Mereka ini sudah mengajukan relaksasi hutang, agar diberikan kemudahan untuk membayar pinjamannya,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Menurut Imam Suprastowo, hal ini menjadi perhatian serius dari Komisi II DPRD Kalsel, sehingga melakukan monitoring ke kabupaten/kota untuk melihat perkembangan ekonomi yang terdampak Covid-19.

“Kalau sektor perhotelan, memang lumpuh total, dan mereka kesulitan untuk membayar pinjaman, bahkan jika untuk membayar bunga, karena hunian hotel nyaris kosong,” ungkap Imam Suprastowo.

Hal yang sama pada penyediaan jasa online, karena mereka kesulitan mencari penghasilan, sementara pembayaran pinjaman untuk kendaraan roda dua ataupun empat terus berjalan.

“Ini yang banyak mengajukan relaksasi hutang, untuk meminta penundaan pembayaran kreditnya hingga kondisi memungkinkan,” ujarnya.

Sedangkan untuk perkebunan, khususnya jagung kini memang terpukul dengan serangan hama ulat dan penurunan harga jagung yang diperuntukan bagi pakan ternak. “Permintaan pakan ternak turun, menyusul penurunan harga ayam potong, sehingga perkebunan jagung juga terkena dampaknya,” tambah Imam Suprastowo. (lyn/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya