Lima Terdakwa Sapras Air Bersih Divonis Setahun

Banjarmasin, KP – Lima terdakwa korupsi proyek sarana dan prasarana (sapras) penunjang air bersih di pedesaan Kabupaten Banjar, divonis sama yakni setahun penjara.

Vonis dibacakan Hakim Ketua Yusuf Pranowo, pada sidang lanjutan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Rabu (5/05/2020).

Majelis berkeyakinan kelima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melanggar pasal 3 jo pasal 18 UURI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Masing-masing terdakwa, yakni Eddy Mulyono, Langgeng Sirwahyuni, Mahmud Sidik, Boy Rahmat Noor dan Harniah, harus membayar denda masing-masing Rp50 juta subsdair dua bulan kurungan.

Berita Lainnya
1 dari 858
Loading...

Dalam putusan majelis hakim tersebut, menyatakan mengembalikan uang sebesar Rp1 miliar lebih dipotong uang pengganti sebesar Rp83 juta kepada terdakwa Edy Mulyono.

Kemudian memerintahkan untuk mengembalikan sertifikat kepada masing-masing terdakwa yang telah menitipkan sebagai jaminan.

Atas putusan itu para terdakwa dengan masing-masing penasehat hukum menyatakan pikir-pikir begitu pula dengan JPU. Putusan tersebut berbeda dengan tuntutan JPU.

Dari dakwaan JPU Syaiful Bahri, pada intinya para terdakwa dalam mengelola proyek sarana dan prasarana penunjang air bersih di pedesaan tersebut melakukan mark up atau penggelembungan harga.

Akibatnya berdasarkan perhitungan BPKP, dalam dakwaan tersebut terdapat unsur kerugian negara yang mencapai Rp4 mliar lebih dari pagu sebesar Rp9 miliar lebih. (hid/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya