Pelaku Teror Polsek Daha Selatan Diduga Terpapar dari Medsos

Banjarbaru, KP – Pelaku teror di Polsek Daha Selatan yang menewaskan pelaku dan seorang anggota Polri dikaitkan dengan kelompok radikal ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah).


Saat ini pihak berwenang sedang melakukan identifikasi dugaan aksi terorisme tersebut. Dugaan terorisme itu mengarah kepada pelaku karena yang bersangkutan meninggalkan pesan jihad pada secarik kertas.

Berita Lainnya
1 dari 868
Loading...


Kepala Kesbangpol Kalsel, Heriansyah mengatakan setelah adanya dugaan pelaku yang diketahui bernama Abdurrahman memiliki tanda-tanda terlibat kelompok ISIS, pihaknya bersama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) langsung meninjau ke lapangan. Hingga saat ini menurutnya motif belum bisa disimpulkan.


Ia menyatakan selama jni di Kalsel tidak ditemukan jebolan kelompok ISIS. “Bisa jadi dia berlaku pribadi (bukan kelompok). Makanya saat menyerang sendirian,” ucapnya.


Pria yang akrab disapa Heri ini menjelaskan, jika memang pelaku berlaku pribadi maka kemungkinan terpapar radikalisme dari internet atau media sosial.

“Kalau sifatnya individu ini susah untuk diidentifikasi karena pribadi dan tidak bisa dikembangkan, serta, tidak bisa mengajak orang lain,” jelasnya. (mns/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya