Sudah Banyak Sembuh, Sekda Minta Terus Kerja Keras

208

Martapura, KP – Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Banjar, Sekda Ir HM Hilman mengungkapkan, data terakhir di Kabupaten Banjar, total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 373, selesai pemantauan 14 hari 312 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 39 orang, kontak erat resiko tinggi 38 orang. Sedang kasus terkonfirmasi positif total mencapai 332 orang, baik yang dirawat, sembuh dan meninggal dunia.

”Rinciannya untuk yang positif, 244 pasien dirawat, 70 yang sembuh dan 18 orang meninggal dunia,” kata Hilman, saat Vidcon, di Command Center Barokah, Martapura, Senin (29/6) sore.

Menurutnya, hal positif adalah sudah banyaknya pasien yang sembuh, namun pandemi sedang menuju arah puncak, jadi semuanya perlu kerja keras guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,

”Secara prosentase, angka kematian masih tinggi, idealnya sesuai rata-rata dunia dan nasional sekitar 3 persen. Ini perlu menjadi perhatian kita bersama agar tetap memperhatikan imbauan pemerintah dengan menjaga jarak, memakai masker dan rajin cuci tangan,” ujarnya.

Dijelaskan Hilman, pihaknya terus bekerja keras melihat angka-angka tersebut, yang penting menyiapkan fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien serta menekan angka yang meninggal dunia.

”Sejauh ini, Kabupaten Banjar memiliki 61 ODP karena ada gejala-gejala, namun akan diupayakan agar tidak masuk ke PDP,” tandasnya.

Berita Lainnya
Loading...

Selain itu, sambungnya, secara bertahap, pelonggaran kegiatan masyarakat dilakukan dengan banyaknya permohonan masuk yang membutuhkan rekomendasi dari Gugus Tugas.

”Nanti dilakukan pengecekan. Harus ada surat pernyataan dari pemohon untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. Namun bila kasusnya terus naik, tentu akan diperketat lagi,” tandasnya.

Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith menambahkan, pihaknya sedang gencar melaksanakan sosialisasi di sejumlah pasar dan titik-titik kegiatan yang banyak berkumpulnya massa. Disana diberi pemahaman kepada warga dengan melibatkan aparat Polres, kawan-kawan RAPI untuk memberikan informasi yang benar dan edukasi tentang Covid-19.

”Kami juga sekaligus menyerahkan buku saku kepada petugas dan ketua-ketua organisasi. Buku saku ini versi bahasa Banjar, meliputi imbauan dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan WHO yang diubah ke dalam bahasa Banjar,” jelasnya.

Penggunaan bahasa Banjar, tambahnya, dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman kepada warga, mengingat masih banyak istilah-istilah asing dalam Covid-19 ini yang belum dipahami benar.

“Contohnya istilah new normal, masih banyak yang salah kaprah, dianggap sudah bisa beraktivitas seperti biasa, namun tanpa mengindahkan protokol pencegahan Covid-19,” katanya. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya