Usai Jembatan Bromo, PR Titian Menanti

Sebagian titian juga banyak yang ditambal sulam dengan seadanya dengan biaya swadaya, sisanya dikerjakan secara pribadi

BANJARMASIN, KP – Titian ulin dipermukiman warga Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain kayunya banyak yang patah, lubang menganga dimana-mana. Sangat berbahaya. Terlebih lagi anak-anak sering bermain di titian. Salah-salah kalau lagi apes bisa terperosok.

Sebagian titian juga banyak yang ditambal sulam dengan seadanya. Hasil dari biaya swadaya, sisanya dikerjakan secara pribadi.

“Sering orang terperosok. Biasanya pak RT yang nambal. Kadang-kadang juga urunan warga,” ucap Ibu Masliyah, warga RT 06, Selasa (02/06/2020).

Titian yang menjadi satu-satunya akses warga untuk menyusuri kampung tersebut memang sudah lama sekali tak tersentuh oleh pemerintah. Posisinya memang persis berda di bantaran sungai.

“Kalau malam harus lebih hati-hati kalau jalan. Bahkan pernah ada yang tercebur ke sungai,” beber Masliah.

Tak hanya berlubang, pondasi titian juga sudah uzur, sehingga jika diterjang ombak sungai atau ada motor yang melintas Titian pun ikut bergoyang.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

“Kalau sepeda motor melintas semuanya goyang, suara kayu nyaring. Sampai rumah ikut goyang,” keluhnya.

Masliah berharap titian tersebut juga bisa diperbaiki oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin setelah jembatan Pulau Bromo yang saat ini tengah dikerjakan selesai dibangun.

“Ya mudah-mudahan setelah jembatan Titian kami ini juga diperbaiki kasihan warga sering terperosok,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Arifin Noor berjanji bakal mengakomodir keinginan warga tersebut.

Arifin pun mengaku sebenarnya perbaikan Titian Pulau Bromo sudah masuk dalm program soal prioritas.”Mudah-mudahan di anggaran perubahan ini bisa dialokasikan. Semoga kondisi keuangan masih bisa,” ucapnya.

Anggaran SKPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin saat ini memang sedang ngos-ngosan. Banyak anggaran yang dipangkas guna penanganan CoVID – 19. Tak terkecuali PUPR sendiri.

“Rencanya 50 persen ini kan dipangkas lagi. Ya semoga kondisi kita cepat membaik, ” harpanya.

Kembali ke soal titian tadi, Arifin menjelaskan, bahwa tak semua titian kondisinya masih bwrbahn kayu. Sebab, sebagian sudah ada yang diperbaiki, Dangan diganti beton.

“Yang sudah beton ada sekitar 1,2 kilometer. Sisanya yang ulin sekitar 2 kilometer. Nah ini yang akan diperbaiki,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya