Belasan Desa di HSU Jadi Objek Pendampingan BRG

Foto : Dok

Amuntai, KP – Sebagian besar luas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang terdiri dari periran rawa dan memiliki lahan gambut yang cukup luas maka sekitar 6273 Hektar merupakan prioritas restorasi lahan gambut.

Restorasi gambut adalah satu proses panjang untuk mengembalikan ekologi lahan gambut dan mensejahterakan masyarakat yang terdampak dari terdegradasinya lahan gambut, untuk melakukan hal tersebut Pamerintah Pusat membentuk satu Badan Khusus yaitu Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk melakukan restorasi ekosistem Gambut dengan tetap menjaga kandungan air didalam gambut tersebut.

Dalam upayanya tersebut BRG berkerja sama dengan daerah yang menjadi sasaran kegiatan restorasi itu di antaranya Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang hampir 89 % daerah perairan dan mempunyai lahan gambut yang cukup luas.

Bupati HSU Drs H. Abdul Wahid HK saat menjadi nara sumber dalam acara dialog khusus dengan tema Restorasi Gambut Di Mata Pamerintah Daerah yang di selenggerakan oleh Tempo gruop melalui vedcon belum lama tadi, di Mess Negara Dipa.

Berita Lainnya
1 dari 211
Loading...

Bupati menjelaskan HSU adalah daerah yang 89 % daerah perairan atau rawa dan tanah gambut termasuk yang dominan didaerah kami, berkaitan dengan program BRG di HSU yang sesuai dengan keputusan yang telah diterbitkan yaitu ada 16 desa peduli gambut yang merupakan objek pendampingan oleh BRG.

Dengan adanya kegiatan pendampingan BRG ini sangat bermanfaat bagi desa desa yang ada di daerah kami, karena memberikan dampak yang sangat positif dibidang Sumber daya manusia dan peningkatan perekonomian kerakyatan serta pemanfaatan lahan untuk kesejahteraan masyarakat dan disamping peningkatan wawasan terhadap perekonomian produktif didesa, lanjut bupati.

Wahid juga menambahkan bahwa Pemkab HSU dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan selalu bersenergi dengan semua aparat seperti TNI – Polri dan instansi terkait, baik yang ada didesa ataupun di Kabupaten. Mengingat lahan gambut tentunya daerah kami jadi rentan terhadap kebakaran lahan.

“kami selalu berupaya memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat melalui perangkat desa agar tidak membuka lahan dengan dibakar, bahkan kami juga memberikan bantuan melalui instansi terkait dan dana desa untuk menunjang pencegahan karhutla sehigga didesa tersedia sarana dan prasarana untuk pencegahan karhutla tersebut”, ungkap Wahid terkait dengan pencegahan kebakaran lahan dan hutan.

Saya juga sangat mengapresiasi kepada aparat dan masyarakat yang peduli dan siaga dengan bahaya karhutla sehingga membentuk kelompok atau semacam satgas yang selalu berkoordinasi dan selalu bersenergi.

Di akhir acara Wahid juga menjelaskan dan berharap dalam menunjang program BRG Pamerintah telah menerbitkan Perbub serta berharap BRG tetap menjadi pendamping bagi desa. (nov-K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya