Covid-19, Anak dan Tahun Ajaran Baru

Oleh : Siti Rahmah, S.Pd
Pengajar

Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi akan bergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing” jelas Hamid Muhammad selaku Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Plt Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbud (kumparan.com,01/01/2020).

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 129 anak meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan(PDP). Yang menyedihkan 14 anak meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Terdapat 3.400 yang dalam perawatan dengan berbagai penyakit. Dari jumlah itu, ada 548 orang terkonfirmasi positif dan 14 orang meninggal dunia.

Di Jakarta, situs corona.jakarta.go.id memberitakan bahwa hingga tanggal 31/05/2020 ada 91 balita (0-5 tahun) tercatat positif terinfeksi covid 19. Ada pula balita yang menjadi pemantauan (ODP) mencapai 682 perempuan dan 681 laki-laki. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 159 balita perempuan, serta 210 laki-laki.

Sementara itu, kasus positif Covid-19 anak usia 6-19 tahun di Jakarta juga belum tuntas. Tercatat, sebanyak 390 anak, dengan 195 perempuan dan 195 laki-laki positif virus ini. jumlah ODP anak perempuan mencapai 904 sedangkan 910 orang.

Untuk PDP sebanyak 199 anak perempuan, serta 197 anak laki-laki. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman B Pulungan, risiko penularan virus corona pada anak memang cukup tinggi (haibunda.com,31/05/2020)

Atas dasar ini KPAI meminta Kemendikbud dan Kemenag belajar dari Negara lain dalam langkah pembukaan sekolah (nasional.okezone.com,27/05/2020). Di Finlandia, China dan Perancis, sekolah telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 kepada anak-anak dan guru.

Maka pembukaan sekolah ini seharusnya dipersiapkan dan dipikirkan secara matang, menunggu sampai kasus positif Covid-19 menurun drastis bahkan sampai nol kasus dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari temuan ini menunjukkan, kelompok usia anak termasuk kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 151
Loading...

Anak adalah aset generasi bangsa. Mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas sudah menjadi tanggung jawab Negara. Kebijakan New Normal jangan sampai mengorbankan anak-anak dan membiarkan penularan Covid-19 berjalan tanpa ada pencegahan yang signifikan. Kita tentu tidak mengharapkan anak-anak kita menjadi generasi sakit dan lemah secara fisik.

Kebijakan masuk sekolah di tahun ajaran baru dipaksakan yakni dimulai pertengahan Juli, maka akan semakin berpotensi meningkatnya angka terpapar Covid-19 pada anak-anak. Maka pembukaan sekolah ini seharusnya dipersiapkan dan dipikirkan secara matang, menunggu sampai kasus positif Covid-19 menurun drastis bahkan sampai nol kasus dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari temuan ini menunjukkan, kelompok usia anak termasuk kelompok yang rentan terhadap Covid-19.

Islam memiliki solusi terhadap wabah yang melanda negeri ini. Rasulullah sebagai teladan bagi kita mempunyai solusi tersebut. Rasulullah SAW kepada umatnya ketika dulu pernah terjadi wabah penyakit lepra, “Larilah dari orang yang sakit lepra, sebagaimana kamu lari dari singa”. (HR Bukhari dan Muslim).

Lari dari sini bukanlah berarti lari sebenarnya, tetapi menjaga jarak dan menghindari orang yang sudah terkena penyakit menular, agar kita tetap terhindar dari penyakit tersebut (social distancing/ physical distancing). Tindakan ini juga berlaku untuk penyakit menular lainnya.

Penularan covid 19 di Indonesia masih sangat rawan, maka kita harus terus mengusahakan agar tidak semakin banyak anak-anak yang tertulari virus ini.

Kondisi ini sungguh menunjukkan bahwa penguasa jauh dari kata serius dan niat baik untuk mengurusi rakyatnya. Mereka hanya sibuk mengamankan kepentingan masing-masing. Tanpa berpikir berbagai dampak yang timbul akibat adanya kebijakan plinplan.

Berdasarkan hal ini pemerintah harus meninjau ulang kebijakan New Normal pada negeri kita selain itu juga pemerintah terus mengupayakan pemeriksaan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk menentukan status infeksi dan terus melakukan penelusuran kontak untuk mengetahui mana warganya yang sakit dan mana yang sehat. Melanjutkan karantina dan isolasi, serta pembatasan fisik agar anak-anak tidak ikut tertular. Begitu juga dengan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), upaya pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak harus tetap berjalan sesuai jadwal bagi seluruh anak Indonesia. Roda pelayanan kesehatan dasar seperti neonatal esensial,imunisasi,pemenuhan nutrisi lengkap seimbang, suplementasi sesuai kebutuhan, stimulus, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang, serta program terkait kesehatan lainnya harus terus di optimalkan. Selain itu, kegiatan pendidikan anak usia dini sebaiknya dilakukan di rumah dalam lingkungan keluarga dalam bentuk stimulasi berbagai ranah pe
rkembangan dalam lingkungan penuh kasih sayang oleh anggota keluarga yang sehat.

Ini sungguh berbeda dengan Islam. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW dengan membawa Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Wujud rahmat Islam itu bisa tampak tatkala Islam diterapkan secara kaffah (sempurna). Umat baik secara individu, bermasyarakat dan bernegara akan terlindungi oleh islam. Maka dari itu, Islam sangat peduli dengan nasib umat ini.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya