Dinas Ketahanan Pangan dan TP PKK Balangan Kampanyekan Gerakan “Food Loss And Waste”

Paringin, KP – TP PKK kabupaten Balangan bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan provinsi Kalsel dan Dinas Ketahanan Pangan Balangan menggelar sosialisasi Kampanye Food Loss And Waste yang mengkampanyekan supaya masyarakat tak lagi membuang makanan yang diselenggarakan di Sekretariat PKK Balangan, belum lama tadi.

Kegiatan dihadiri langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Balangan, Ketua TP PKK Balangan, Dharma Wanita Persatuan Balangan dan Ketua TP PKK se-Kecamatan di Balangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Kalsel, Suparno menyampaikan, dengan menggunakan kegiatan protokol kesehatan covid-19 yang ketat, kegiatan ini yaitu untuk mengurangi terbuangnya sisa makanan, membiasakan mengkonsumsi makanan sampai habis dan tidak menyisakan dan terbuang tanpa alasan yang jelas, membentuk prilaku makan secara bijak, dengan motto makan secukupnya sesuai keperluan, tidak perlu nambah jika tersisa dan terbuang, dan tujuan dari kegiatan ini diharapkan kepada seluruh masyarakat dan khsususnya di pahami oleh ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat lainnya.

Berita Lainnya

Pemkab Balangan Berikan Bantuan Petani

1 dari 272
Loading...

“Akhir akhir ini Food and Waste mulai diangkat dan ramai di kampanyekan di Indonesia, para milineal mulai concern terhadap isu lingkungan salah satunya adalah isu Food Loss And Waste ini, menurut FAO Food Loss And Waste ini, mengacu kepada makanan yang dibuang dimana produk makanan atau produk makanan alternatif tersebut masih aman dan bergizi untuk di konsumsi,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin menyampaikan rasa syukur yang sangat besar hari ini di sekretariat PKK Balangan diadakan kegiatan sosialisasi kampanye Food Loss And Waste, kampanye ini menghimbau kepada Masyarakat Balangan khususnya untuk ibu-ibu karena yang biasa masak dan belanja itu adalah ibu-ibu, jadi tujuan sebenarnya agar bisa memanfaatkan makanan sebaik mungkin karena sebagai wanita memasak atau membuat makanan itu berlebihan, sehingga akhirnya tidak habis.

Istri orang nomor satu di Balangan berharap untuk kita sebagai wanita sebaiknya mengolah makanan dengan bijak sehingga  tidak berlebihan dan justru malah tidak termakan lalu dibuang, padahal makanan yang berlebihan itu bisa diberikan kepada yang lebih membutuhkan

Ditambahkannya, kampanye ini sendiri, perlu disosialisasikan kepada masyarakat, terutama untuk keluarga yang ibu-ibunya memiliki peran signifikan sebagai garda terdepan, dalam memutuskan jenis makanan selera gizi dan jumlah makanan yang harus dikonsumsi oleh anggota keluarga.

“Sangat disayangkan kalau tiap makanan dengan kualitas baik tidak habis dikonsumsi dan dimanfaatkan. Misalnya Makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, atau makanan yang mentah namun tidak bisa diolah menjadi makanan dan akhirnya dijual begitu saja,” imbuhnya. (jun/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya