Ibnu Sina Didukung Demokrat dan PKS?, Bambang Yanto : Semuanya Berjalan Dinamis

Banjarmasin, KP – DPD Partai Golkar Kalsel sudah mengumumkan duet pasangan, Abdul Haris Makkie dan H Yuni Abdi Nur Sulaiman untuk diusung pada pemilihan walikota (Pilwali) Banjarmasin.

Kepastian dukungan terhadap Sekdaprov Kalsel dan pengusaha muda ini dituangkan dalam surat DPD Partai Golkar Kalsel Nomor A-054/GOLKAR-KS/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020, yang ditandatangani H Sahbirin Noor dan Adi Kartika.

Selain mengumumkan pasangan calon yang diusung, sejumlah partai politik mengisyaratkan dukungan kepada duet Ketua PWNU Kalsel bersama Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel 3 DPD Partai Golkar.

Diantaranya, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai NasDem, bahkan juga dikabarkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Partai Golkar juga melakukan lobi untuk menambah kekuatan koalisi dengan partai politik lain, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin Hendra mengaku terkejut ketika parpolnya disebut-sebut bakal mendukung duet Haris-Yuni. “Belum ada. Itu kemungkinan klaim sepihak saja. Karena kami belum mendapat salinan putusan dari DPP. Semuanya masih berjalan dinamis,” kata Hendra.

Hendra menjelaskan, dalam menyongsong Pilkada Walikota, Ibnu Sina diakuinya merupakan salah satu kader terbaik PKS.

Berita Lainnya
1 dari 1.191
Loading...

“PKS tidak cukup sebagai parpol pengusung, sehingga harus menjalin koalisi. Ibnu Sina sebagai kader partai juga melamar ke Partai Demokrat,” tambahnya.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Banjarmasin, Bambang Yanto Permono mengakui, sejumlah nama yang telah dijaring dan diusulkan ke DPP Partai Demokrat di Jakarta. Salah satunya, Ibnu Sina.

“Sampai sekarang kami belum mendapat surat keputusan resmi dari DPP. Jadi, belum bisa menyatakan siapa nama yang akan mendapat dukungan partai, termasuk Ibnu Sina sebagai calon incumbent,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku pada pasangan Abdul Haris Makkie-Yuni Abdi, yang juga belum mendapatkan putusan resmi dari DPP Partai Golkar.

Menyinggung kemungkinan Partai Demokrat dan PKS sepakat berkoalisi, Bambang mengatakan semua keputusan berada di tangan DPP, baik Partai Demokrat maupun PKS. Dan kemungkinan ini bisa saja terjadi.

“Kita hanya mengusulkan siapa yang akan diusung partai, namun keputusan tetap di tangan DPP. Sama halnya dengan partai politik lain,” tegasnya.

Menurut Bambang Yanto, kebijakan partai dalam memutuskan langkah politik berjalan dinamis dan waktu- waktu bisa berubah.

“Jadi kita tunggu saja, siapa yang nanti akan di usung partai. Yang jelas adalah kader partai,” tambahnya. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya