Impitan Ekonomi, Istri Ikut Suami Curi Motor

Tugasku hanya memantau situasi dan yang beraksi yang suami

BANJARMASIN, KP – Impitan ekonomi menjadi alasan bagi ibu tiga anak bernama Pitria (20) nekat bersama sang suami Gunawan alias Bongkeng (35) terjun dalam aksi pencurian sepeda motor (Curanmor).

“Gimana lagi, mau tidak mau harus ikut suami melakukan ini karena perlu biaya untuk keperluan sehari hari, aku punya anak tiga orang sedangkan suamiku dengan istri yang dulu punya 4 orang anak,” jelas ibu muda berusia 20 tahun saat gelar perkara di Mapolresta Banjarmasin, Senin (20/07/2020).

Diakui laginya, untuk sementara tiga anaknya yang masih kecil harus diurus oleh keluarga. “Yang paling kecil usianya baru 3 bulan,” ucap Fitria sambil matanya berkaca-kaca.

Dikatakannya, sepeda motor hasil curian itu dijual seharga Rp3 juta per-unit.

“Tugasku hanya memantau situasi dan yang beraksi yang suami,” ujarnya.

Sementata itu sang suami, Gunawan, sebenarnya juga tidak tega mengajak istrinya, akan tetapi Fitria tidak mau ditinggal dan ingin ikut .

“Sudah dilarang agar tidak usah ikut dan dijelaskan resikonya, tapi ia tetap ingin ikut,” tambahnya.

Pasangan suami istri (Pasutri) itu merupakan sindikat Curanmor yang berhasil dibongkar jajaran Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin, pada Rabu (8/07/2020) lalu, sekitar pukul 12.00 WITA.

Dalam pengungkapan sindikat Curanmor itu, Pasutri tersebut diamankan bersama dua rekannya yang lain.

Petugas dari Unit Ranmor berhasil menyita 9 unit sepeda motor berbagai jenis, yang diduga hasil curian.

Selain Gunawan dan Fitri, dua pelaku lainnya yakni Abdul Mazid (45) warga Jalan Pramuka, Gang Muhajirin, Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur dan Rabani alias Roni (42) warga Tamban Pal Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Berita Lainnya

Tipu Penjual Bensin, Sinchan Diringkus

Giat Disiplin Prokes Sasar Kafe dan Arena Biliar

1 dari 873
Loading...

Sementara Pasutri itu merupakan warga Jalan Laksana Intan, Gang Permata, Kelurahan Kelayan Selatan, Banjarmasin Selatan.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Alfian Tri Permadi mengatakan, kawanan pelaku ini beraksi secara bersama-sama dengan rentan waktu 3 bulan.

“Ada kurun waktu 3 bulan ada 20 laporan polisi (LP) di wilayah hukum Polresta Banjarmasin,” jelas Rachmat kepada awak media, Senin (20/07/2020).

Sindikat ini juga beraksi di tiga wilayah luar Banjarmasin yakni 4 LP di wilayah hukum Polres Banjarbaru, 2 LP di wilayah hukum Polres Banjar dan 2 LP di wilayah hukum Polres Batola.

“Dari puluhan LP tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 9 barang bukti sepeda motor hasil curian,” tambahnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim, untuk mendapatkan sepeda motor yang diincar, kawanan ini menggunakan kunci letter T yang dibuat sendiri.

“Mereka menggunakan Obeng yang digerinda hingga runcing, kemudian dengan mudah menggasak sepeda motor korban,” jelas Alfian.

Para pelaku mempunyai peran masing-masing untuk mendapatkan sepeda motor korban hanya dalam hitungan 30 detik.

“Hanya membutuhkan waktu selama 30 detik saja sepeda motor terparkir berhasil digasak,” tambahnya.

Dalam beraksi pelaku melakukan pada malam hari. Dan biasanya melakukan sendiri-sendiri atau terbagi menjadi dua kelompok kecil berjumlah 2 orang.

“Abdul Mazid bersama Rabani alias Roni, sementara Gunawan alias Bongkeng dengan istrinya, Pitria,” kata Kasat.

Hasil ” barang panas” biasanya dijual ke wilayah Kalteng dan Hulu Sungai dengan harga bervariasi antara Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. (yul/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya