Pemesanan Hewan Qurban di RPH Basirih Masih Sepi

Banjarmasin, KP – Menjelang Idul Adha 1441 H, yang tinggal hitungan hari pedagang hewan qurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih mengeluh. Pasalnya, omzet penjualan sapi dan kambing diprediksi menurun cukup drastis.

“Padahal menjelang beberapa hari tibanya Hari Raya Idul Adha, biasanya kami sudah banyak menerima pesanan sapi , kambing maupun kerbau untuk pelaksanakan ibadah qurban,” kata salah seorang pengusaha hewan qurban di Banjarmasin, Budi Wijaya.

Kepada sejumlah wartawan Jumat (24/7/2020) mengatakan, kurangnya animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah qurban diprediksi dipengaruhi akibat masih mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu ujarnya, terkait himbauan pemerintah dimana untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun ini warga atau panitia pelaksana ibadah qurban wajib menerapkan protokoler kesehatan.

“ Menjelang beberapa hari lagi Hari Raya Idul Adha tahun ini kami masih belum banyak menerima pesanan hewan qurban. Penurunan permintaan hewan qurban tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen dibandi,” ujar Budi Wijaya, saat berada di RPH Basirih, Tembus Mantuil.

Berita Lainnya
1 dari 1.424
Loading...

Sebelumnya ia mengatakan, membandingkan tahun sebelumnya menjelang Hari Raya Idul Adha pesananan atau permintaan hewan qurban cukup banyak,. Baik dari RT, kelompok yasinan, ormas, organisasi partai politik, perusahaan swasta, maupun dalam memenuhi permintaan warga secara perorangan. .

“ Namun sampai hingga saat ini sebagian tidak memesan lagi,” katanya, seraya mengemukakan, setiap tahun biasanya menjelang Hari Raya Idul Adhan ia mendapatkan pesananan tidak kurang hingga 100 ekor hewan qurban, kebanyakan hewan sapi dari berbagai jenis..

Kembali Budi mengatakan, kemungkinan faktor ekonomi akibat dampak pandemi corona menjadi salah satu penyebab kurangnya minat warga untuk melaksanakan ibadah qurba. Belum lagi tandasnya, saat pemotongan hewan kurban sebagaimana dingatkan pemerintah harus mengikuti protokol kesehatan.

Untuk harganya sendiri, Budi mengatakan tiap jenis sapi bervariasi berkisar antara 13,5 juta hingga 25 juta tiap ekornya. Bahkan juga tersedia kerbau bule (albino) dan sapi limosin atau sapi Australi.

Lebih jauh Budi Wijaya mengemukakan, setiap hewan qurban yang didatangkan dari luar Kalsel terlebih dahulu melalui pemeriksaaan kesehatan hewan secara ketat dan wajib menjalani karantina selama dua hari sebelumnya masuk RPH.

“ Selama di RPH pun pakan hewan qurban ini tetap kami jaga kualitasnya. Insya Allah semua hewan di sini sehat semuanya ,” ujarnya. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya