Avatar dan Capucino Divaksinasi Gratis

Tujuannya guna memastikan kesehatannya, dan menghindarkan hewan piaraan tersebut dari inspeksi virus rabies.

BANJARMASIN, KP – Kesehatan Avatar dan Capucino diperiksa. Suhu tubuh, detak jantung, hingga berat badannya dicek. Tak hanya itu, mereka juga diberi suntikan vaksinasi rabies.

Anjing piaraan Maudy (29) warga Jalan Gatot Subroto ini sengaja diperiksa kesehatannya oleh tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin, Selasa (12/08/2020).

Tujuannya tak lain guna memastikan kesehatannya, dan yang terpenting untuk menghindarkan hewan piaraan tersebut dari inspeksi virus rabies.

“Kalau Avatar usianya sudah sembilan tahun. Sedang Capucino baru dua tahun. Yang baru pertama kali ikut si Avatar. Kalau Capucino sudah sering,” ujar Maudy.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksinasi rabies ini memang rutin dilaksanakan oleh DKP3 Banjarmasin untuk setiap tahunnya.

“Kegiatannya hari ini saja. Dari pukul 9 pagi sampai 12 siang,” ujar Kabid Peternakan DKP3 Banjarmasin, Anwar Jayadi.

Anwar mengungkapkan, dalam kegiatan yang dikerjasamakan dengan Unit Satwa K9 Polda Kalsel itu tak hanya melayani untuk masyarakat umum. Tapi juga anjing pelacak milik kepolisian tak luput dari pemeriksaan dan vaksinasi.

“Targetnya ratusan anjing peliharaan mendapatkan suntik vaksin rabies. Jika tahun lalu ada sekitar 300 anjing dan kucing yang mendapatkan vaksin rabies,” bebernya.

Berita Lainnya
1 dari 1.390
Loading...

Anwar mengklaim bahwa, saat Banjarmasin merupakan satu-satunya kota di Kalimantan Selatan yang terbebas dari penyakit rabies. Saat ini pihaknya terus berupaya mempertahankan predikat tersebut.

“Ini kegiatan rutin vaksinasi gratis kepada masyarakat. Untuk mempertahankan Banjarmasin bebas rabies,” ujar Anwar.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa virus rabies adalah salah satu virus yang bisa menyerang ke manusia melalui gigitan hewan. Bahkan dampak paling fatal bisa menyebabkan kematian.

“Warga yang terkena gigitan harus mendapat langsung mendapat perawatan di RS. Kemudian hewannya harus dikarantina selama 14 hari,” beber Anwar.

Untuk itulah Anwar mengimbau kepada warga yang memiliki hewan peliharaan, agar bisa memanfaatkan layanan gratis ini. 

Bagi yang tidak sempat, bisa saja datang ke klinik hewan yang ada di kantor DKP3 Banjarmasin, atau klinik hewan lainnya.

“Biasanya kita keliling ke rumah-rumah warga memberikan vaksin. Namun karena lagi pandemi maka kita tunggu warga saja yang datang ke kantor,” katanya.

Adapun Medik Veteriner DKP3 Banjarmasin drh. Anang Dwijatmiko menjelaskan, ciri-ciri hewan yang terinfeksi rabies masih bisa dilihat secara kasat mata.

Ciri-cirinya hewan tersebut takut terhadap cahaya dan air. Kemudian juga tingkahnya lebih agresif. Selain itu juga terdapat hipersalivasi alias keluarnya air liur yang berlebihan.

“Selama ini di Banjarmasin belum ditemukan kasus positif rabies. Sebenarnya virus ini juga bisa menyerang kucing, monyet dan musang.” tukas Anang. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya