Harapan Selamat Penyandang Disabilitas di Hari Kemerdekaan

Banjarmasin, KP – Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke – 75 dilaksanakan di Balai Kota Banjarmasin, Senin (17/08/2020) pagi.

Konsepnya sederhana, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan CoVID-19. Beberapa susunan acara dipangkas. Waktu pelaksanaan tak sampai satu jam. 

Tak ada amanat inspektur upacara, pembacaan Pancasila, dan undang-undang dasar. Kemudian prosesi pengibaran bendera oleh pasukan paskibra (Paskibra) tak makan waktu lama. 

Meski demikian, upacara yang diinspekturi Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Dan dikomandoi Mayor Czi Tandra Wideru yang juga menjabat sebagai Danramil 1007-03/Banjarmasin Barat-Tengah itu berjalan hikmat. 

Selain itu, jumlah tamu undangan juga dibatasi. Maksimal hanya 100 orang. Di balai kota, tamu undangan di bagi dua. 60 undang saat penaikan bendera dan, 40 di upacara penurunan.

Di kursi tamu undangan saat prosesi penaikan sejumlah perwakilan berhadir. Dari pejabat tinggi hingga perwakilan warga biasa. Termasuk Selamet, dia adalah Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Banjarmasin.

Mengenakan kemeja bercorak hitam, merah dan putih, plus kacamata hitamnya serta masker yang dia kenakan, Selamet tampak begitu hikmat mengikuti prosesi upacara peringatan hari kemerdekaan.

“Alhamdulillah bisa mengikuti upacara di balai kota. Sengaja diundang kemarin. Datang sendirian saja tadi,” ujar Selamet kepada reporter Kalimantan Post.

Selamet merupakan penyandang disabilitas tunanetra. Kendati demikian, keterbatasan yang dia miliki tak menjadi halangan untuk turut andil untuk mengisi peringatan hari kemerdekaan.

Berita Lainnya
1 dari 1.424
Loading...

Dalam kesepakatan itu, Selamet menyampaikan harapan agar kondisi pandemi CoVID-19 laksa berlaku. Sebab kondisi saat ini juga sangat berdampak terhadap kaum difabel.

“Yang jelas semoga pandemi CoVID-19 ini cepat berlalu. Supaya kita sama-sama bisa melaksanakan aktivitas seperti sedia kala,” ungkapnya.

Terbukti, di peringatan kemerdekaan kali ini mereka tak ada melaksanakan kegiatannya. Seperti upacara atau hanya sekedar berkumpul untuk menuangkan gagasan atau hanya menjalin silaturahmi secara langsung.

“Karena kondisinya seperti sekarang ini, pertemuan-pertemuan selama pandemi ditiadakan seperti tak ada kegiatan di tujuh belasan ini,” beber Selamet.

“Kan dilarang mengadakan acara yang bersifat mengumpulkan orang banyak. Kami sementara di rumah masing-masing untuk mengisi kemerdekaan,” tambahnya.

Selamet pun tak lupa menuangkan harapan kepada rekan-rekannya untuk tetap berkarya dan bekerja di bidangnya masing-masing. 

“Marilah kita bekerja di bidangnya masing-masing untuk mengisi kemerdekaan untuk mendukung pembangunan,” imbuhnya.

Ditanya terkait sudah sejauh mana perhatian pemerintah kepada penyandang disabilitas, menurutnya bahwa memang sudah ada bantuan dan dukungan dari pemerintah. 

Meski begitu, harapan bisa mendapatkan perhatian secara lebih tentu diharapkan mereka. Misalnya membantu dalam dunia wirausaha yang masing-masing mereka geluti.

“Perhatian sudah ada. Tapi dalam hal ini penyandang disabilitas diberi kesempatan mengisi kemerdekaan dengan masing-masing berwiraswasta,” tukasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya