PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Guna mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah wilayah pedalaman jajaran Dinas Pendidikan Kalteng mulai menerapkan sistem pembelajaran hybrid.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, Selasa (11/5/2026) lalu mengatakan, sistem tersebut memungkinkan satu guru mengajar lebih dari satu sekolah secara bersamaan melalui jaringan digital.
Solusi seharusnya memindahkan guru dari Kota ke pedalaman. Hanya saja, Disdik Kalteng mengakui betapa sulitnya memindahkan guru dari kota ke pedalaman.
Solusi digital dipilih karena pemerataan guru di lapangan masih menjadi persoalan yang sulit diselesaikan dalam waktu singkat.
“Nah, salah satu solusinya adalah dengan digitalisasi. Kita lakukan pembelajaran secara hybrid dan ini sudah berjalan,” katanya.
Dijelaskannya sistem itu sudah diterapkan di SMA Negeri 1 Arut Utara yang belum memiliki guru Fisika.
Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, Disdik memanfaatkan guru Fisika dari SMA Negeri 1 Kumai agar bisa mengajar secara daring.
“Guru fisikanya dari SMA 1 Kumai. Dia mengajar di ruangannya sendiri, tapi juga membuka layar untuk anak-anak yang ada di Arut Utara. Jadi interaktif,” ujarnya.
Siswa tetap bisa berinteraksi langsung dengan guru meski proses belajar dilakukan secara online.
“Kalau siswa di Arut Utara tidak paham, mereka juga bisa langsung bertanya dengan guru yang ada di Kumai tadi,” jelasnya.
Selain itu, Disdik Kalteng juga mulai membangun ekosistem pembelajaran berbasis sistem digital. Sekolah yang kekurangan guru dapat mengajukan permintaan tenaga pengajar melalui sistem tersebut.
“Misalnya tidak ada guru Kimia, mereka request ke sistem. Nanti tugas Dinas Pendidikan mencarikan guru yang bisa mengajar secara hybrid,” tandasnya.
Ia berharap sistem tersebut dapat menjadi solusi sementara untuk membantu sekolah-sekolah pedalaman yang masih mengalami kekurangan guru mata pelajaran tertentu.(drt/ist/KPO-4).















