Akar Pinang Haruan Fatmawati Jadi Langganan Walikota Ibnu Sina

Banjarmasin, KP – Keuletan dan kreativitas adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang. Dua faktor ini sering menjadi kekuatan dalam mencapai suatu tujuan.

Inilah yang dimiliki Fatmawati. Dia adalah warga Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Bagi wanita ini, uletan dan kreativitas adalah modal utama dalam mengembangkan usahanya.

Saat ini Fatmawati tenah fokus mengembangkan usahanya di bidang kuliner, khususnya cemilan akar pinang. Cemilan ini memang tak asing lagi bagi kebanyakan orang. Khususnya warga Banjarmasin. 

Akar pinang adalah sejenis kerupuk berbentuk panjang memiliki tekstur rasa yang gurih dan renyah. Diberi nama demikian karena memang bentuknya mirip seperti akar pohon pinang.

Nah, di tangan Fatmawati lah cemilan akar pinang ini bisa memiliki rasa yang berbeda dari biasanya. Dia mencoba menciptakan cemilan akar pinang ikan haruan (gabus).

“Kalau kebanyakan kan akar pinang jeruk purut. Tapi punya saya akar pinang haruan,” ujarnya kepada Kalimantan Post, Minggu (12/09/2020).

Ya, tentu ada alasan mengapa cemilan ini diberikan nama demikian. Karena memang bahan baku utamanya dibuat dari daging ikan haruan. Sehingga memiliki rasa yang khas.

Fatmawati menceritakan awal mula terciptanya cemilan tersebut, berawal dari bergabung dengan Gerakan Desa Emas Indonesia (GDEI). Program yang dibentuk oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Semenjak gabung di GDEI tercetuslah akar pinang haruan. Karena saya masuk di kelompok satu, Khusus membuat jajanan yang berbahan dasar dari ikan haruan,” jelasnya.

Sejak itulah dia terpikir untuk membuat cemilan akar pinang haruan tersebut. “Akar pinang Harun belum ada yang lain bikin. Kalau akar pinang biasa kan sudah banyak,” tambahnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.424
Loading...

Saat ini cemilan akar pinang haruan terus diproduksi. Bersama satu rekanya, Fatmawati bisa memproduksi cemilan ini 40 bungkus dalam sehari. 

“Kebanyakan menyesuaikan pesanan. Juga ada dipasaran di display RKS (Rumah Kreatif Sasirangan. Ibu Walikota juga sering pesan untuk kegiatan,” bebernya.

Fatmawati memang terdaftar sebagai Wirausaha Baru (WUB) binaan Pemko Banjarmasin. Meski usaha Famtawati ini masih tergolong baru. Namun berkat perhatian dari Pemko usahanya bisa terus berkembang.

“Alhamdulillah selalu dipesan untuk kegiatan Jumat berbagi dan Rabu seru yang merupakan agenda pak walikota,” ucapnya.

Rupanya, usaha Fatmawati juga turut terpukul pandemi CoVID-19. Dia sempat berhenti selama tiga bulan. Lantaran kesulitan dalam hal pengadaan bahan baku.

Saat itu, harga ikan haruan sempat tembus Rp120 ribu per kilogram. Baginya kenaikan harga bahan baku itu menjadi beban. Semangat pesanan produknya sempat menurun. 

“Percuma beli ikan mahal, sementara pusat oleh-oleh tutup. Akhirnya saya sempat beralih ke naget ayam. Tapi sekarang memfokuskan kembali ke akar pinang,” jelasnya.

Ujian tak sampai di situ. Tak hanya usaha cemilannya saja yang saat ini terpukul. Disisi lain dia juga sempat jatuh sakit. Fatmawati terserang stroke ringan. 

“Kejadian usai bulan Ramadhan. Saya stroke ringan. Tapi Alhamdulillah setelah 20 hari saya sudah bisa jalan dan beraktivitas lagi,” ungkapnya.

Bagi Fatmawati, saat itulah keuletan dan rasa semangat untuk terus maju diperlukan. Termasuk sama halnya dalam membangun sebuah usaha. 

“Jadi jangan mengeluh kendal² yang dihadapi. Anggap itu sebuah tantangan yang harus dilakukan. Semua usaha pasti ada Kendala. Tapi bagaimana kita bisa melewatinya,” tukasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya