Bupati Sampaikan Raperda APBD 2021
Belanja Daerah Turun 9,5 Persen

Paringin, KP – Prioritas pembangunan Kabupaten Balangan Tahun 2021 memprioritaskan pembangunan pada peningkatan daya saing perekonomian daerah, kualitas SDM, infrastruktur dasar, kualitas lingkungan hidup, serta peningkatan kinerja pemerintahan daerah, sejalan dan sinergis dengan kebijakan pembangunan pemerintah provinsi serta pusat. Demikian diungkapkan Bupati  Balangan, H Ansharuddin saat menyampaikan Nota Keuangan Rencana APBD tahun 2021, dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (01/09/2020) kemarin.

Ditegaskan, terkait dengan pandemi covid-19 yang terjadi di tahun 2020 menjadi perhatian utama untuk dituntaskan bersama isu strategis pembangunan di Kabupaten Balangan, yaitu peningkatan daya saing perekonomian daerah akan difokuskan pada program-program ekonomi kerakyatan.

“Hal itu dimaksudkan sekaligus sebagai bagian dari langkah-langkah kita dalam penanganan terhadap masyarakat terdampak covid-19, utamanya dalam rangka pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Dalam rapat paripurna ke-27 masa sidang ke III yang dipimpin Ketua DPRD Ahsani Fauzan SE didampingi Waket II, H Ufi Wandi dan dihadiri perwakilan forkopimda serta 18 anggota DPRD dan sejumlah Kepala OPD. lebih lanjut bupati menjelaskanm dengan penekanan tetap pada penanganan dampak pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi, maka kami menyusun Raperda APBD TA 2021 yang gambaran besarnya, Pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp  1.026.914.685.726, terdiri dari: pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 78.717.838.056, pendapatan transfer sebesar Rp 923.328.003.006,- dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 24.868.844.664,-.

Dibanding anggaran murni tahun 2020, menurut bupati nominal pendapatan dianggarkan turun hingga 11,9 persen. Sebenarnya, pada pos pendapatan asli daerah sudah dinaikkan 13,2 persen, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dinaikkan hingga 14,4 persen.

Namun, pendapatan transfer terpaksa diproyeksikan mengalami penurunan hingga 14,7 persen.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, sebagian besar pendapatan daerah kita berasal dari pendapatan transfer, di mana sangat tergantung kepada situasi dan kemampuan keuangan pemerintah pusat,” katanya.

Berita Lainnya

ANIS Nomor 2, HAS nomor 1

1 dari 278
Loading...

Kemudian untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 1.143.291.991.677, di mana dibandingkan anggaran murni tahun 2020 ada penurunan belanja operasi hingga 15,2 persen dan belanja transfer hingga 9,2 persen. Sedangkan belanja modal dan belanja tak terduga dinaikkan masing-masing sebesar 14,5 dan 14,3 persen.

“Secara total, anggaran belanja daerah kita tahun 2021 turun 9,5 persen dibanding anggaran murni tahun 2020.” Jelas Bupati.

Sementara, pembiayaan netto dianggarkan sebesar Rp 116.377.305.951,- yang akan diperoleh dari penerimaan pembiayaan daerah tanpa dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan daerah.

“Dari gambaran tersebut, kita bisa melihat situasi kesulitan keuangan sedang melanda bukan hanya kita di daerah, tetapi juga di pusat. Kiranya hal ini juga mempertegas pentingnya kita melakukan efisiensi, sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya dalam beberapa kesempatan rapat paripurna terkait anggaran,” tegasnya.

Efisiensi ini ungkap orang nomor satu di Balangan bukan hanya untuk tahun 2021, tetapi harus dilakukan sepanjang waktu, termasuk untuk sisa tahun anggaran 2020 ini.

“Kami tidak bosan-bosan menekankan dan mengulangi kepada semua SKPD dan seluruh jajaran eksekutif agar kita benar-benar efisien dalam merencanakan, menyusun dan melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatan,” imbuhnya.

Marilah, yang kita anggarkan dan laksanakan adalah yang benar-benar perlu dan bermanfaat. Mari kita pastikan bahwa manfaat atau dampak positif dari setiap program dan kegiatan benar-benar dapat dirasakan oleh kelompok sasaran, bahkan diutamakan yang dapat memberi efek domino yang positif.

Kami juga ingin mengingatkan kembali kepada seluruh pihak, bahwa keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan kita tidak terletak pada besaran dana atau daya serap anggaran, akan tetapi, keberhasilan kita diukur dari pencapaian atau kesesuaian antara input atau anggaran, target kinerja dan hasil yang dicapai.

Untuk selanjutnya, Ketua DPRD Ahsani Fauzan meminta kepada fraksi fraksi DPRD Balangan agar dapat menyiapkan pandangan umum fraksinya untuk disampaikan.“Kepada masing masing fraksi untuk dapat menyiapkan pemandangan umumnya terdadap Raperda APBD TA 2021 yang disampaikan Bupati Balangan untuk disampaikan,” pungkas Fauzan sapaan akrab Ketua DPRD Balangan. (jun/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya