Dibalik Kabar Baik Ada Ancaman

Banjarmasin, KP – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan CoVID-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengklaim tersisa satu kelurahan yang berstatus zona merah. Sementara 51 lainya sudah di posisi kuning dan hijau.

“Merujuk empat indikator dari Peraturan Menteri Nomor 830 Tahun 2020 dari evaluasi tim di Dinkes dan di Puskesmas tersisa satu kelurahan yang masih merah. Yaitu Kelurahan Seberang Mesjid,” ujarnya, Senin (28/09/2020).

Namun dibalik kabar baik itu ada ancaman yang bakal datang. Pasalnya ada beberapa kelurahan yang bakal kembali merah menyusul ditemukannya kasus baru. 

Machli yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu mengatakan penetapan zona hijau memang tak permanen, artinya kapan saja bisa berubah.

Berita Lainnya
1 dari 1.625

“Tapi di dalam satu Minggu terakhir kita menemukan penambahan kasus. Yang bisa saja yang kemarin hijau 7 hari kedepan kembali merah. Jadi sifatnya tak permanen,” ungkapnya.

Oleh karena itu, terus bertambah zona hijau di kelurahan ujar Machli jangan sampai membuat lalai dalam hal menerapkan protokol kesehatan. Sebab penularan virus ini masih terjadi hingga saat ini.

“Jadi jangan euforia dan masyarakat terus menggunakan masker. Agar yang sudah hijau tetap. Tak ada penambahan kasus,” imbuhnya.

Selain itu terkait sampel uji Swab, Machli mengklaim bahwa saat ini tak ada lagi penumpukan seperti dahulu. Menyusul sudah beroperasionalnya RT-PCR di RSUD Sultan Suriansyah.

“Semua sampel di Banjarmasin sudah di uji. Karena kita juga sudah punya PCR. Hasilnya real time. Paling lambat sehari langsung keluar. Jadi tak ada kendala,” tukasnya. (sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya