Penyaluran Dana Desa dan BLTDD Di Bartim Tersalurkan dengan Baik

Tamiang Layang ,KP – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyrakat Desa Provinsi Kalteng Rojikinor menilai penyaluran Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Kabupaten Barito Timur sudah tersalurkan dengan baik.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kami bahwa penyaluran DD dan BLT DD di Bartim sudah tersalurkan dengan baik,” kata Rojikinor di Tamiang Layang, Sabtu.(9/10 )

Menurutnya, monitoring dan evaluasi dilaksanakan DPMD Kalteng berdasarkan perintah Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang menilai bahwa saat pandemi COVID-19 ini bisa terserap dengan baik dan untuk pembangunan serta masyarakat.

Selain itu, supaya pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa bisa maksimal dilaksanakan oleh tiap Pemerintah Desa di Kabupaten Bartim.

Rojikinor juga meminta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang di Kabupaten Bartim bisa melaksasanakan legalisasi dokumennya dan mampu menjadi ketahanan ekonomi tingkat desa.

“Kita harapkan BUMdes bisa menjaga perekonomian di desa karena peluagnya cukup besar. Kami sarankan BUMDes lebih kepada legalitasnya berbentuk koperasi karena akan memberikan keuntungan bagi seluruh anggotanya dalam Sisa Hasul Usaha koperasi tersebut,” kata Rojikinor.

Berita Lainnya
1 dari 88

Kepala DPMD Bartim Barnusa mengatakan, dalam pelayanannya DPMD Bartim ada beberapa petugas yang bersiaga untuk memberikan layanan bagi pemerintah desa yang memerlukan bantuan karena ada kendala.

“Dengan ada yang bersiaga, maka semua administrasi pemerintah desa di Bartim tidak ada terkendala sehingga penyaluran DD dan BLT DD di Bartim berjalan dengan baik dan lancar,” kata Barnusa.

Barnusa juga menegaskan, hingga saat ini beum ada kendala yang dihadapi DPMD dan pemerintah desa. Bahkan, dalam penyusunan APBDes perubahann sudah dilaksanakan perubahan tahap kedua.

Kepala Desa Haringen Yasen mengatakan, BLTDD tahap pertama sudah disalurkan kepada 70 Keluarga Penerima Manfaat. Dalam musyawarah desa, BLTDD tahap kedua akan diberikan kepada 45 KPM.

“Sedangkan BUMDes Haringen yang didirikan sejak tahun 2016 hingga saat ini sudah mulai mendapatkan keuntungan. Dengan penyertaan modal sebesar Rp85 juta, keuntungan sebesar Rp15 juta sudah didapati pada Juli 2020,” kata Yasen.

Usaha BUMDes Haringen yakni menyediakan sarana dan prasarana pertanian dan kebutuhan rumah tangga warga desa seperti gas LPG 3 kilogram, air isi ulang gallon, wifi desa dan usaha warung makan minum. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya