Banjarbaru, KP – Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalsel telah berlangsung.
Tujuannya agar terjadi hujan dan menjaga pembahasan terhadap lahan.
Operasi tersebut berlangsung pada 15–21 Juli 2026 dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B berregistrasi PK-SNP.
Treatment yang dilaksanakan berupa penyemaian menggunakan garam di awan yang berpotensi hujan.
Dalam setiap penerbangan, pesawat mampu menyemaikan sekitar satu ton garam ke awan potensial untuk memicu hujan buatan.
Penyemaian dilakukan satu hingga dua kali dalam sehari, bergantung pada kondisi cuaca.
Program hujan buatan tersebut merupakan usulan Pemprov Kalsel kepada BNPB guna mendukung upaya penanganan bencana di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa Operasi Modifikasi Cuaca.
Sementara itu, pengoperasian pesawat Cessna Caravan 208B PK-SNP dilakukan melalui kerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.
Operasi Modifikasi Cuaca diharapkan dapat menekan potensi terjadinya karhutla di Kalsel, sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin akibat kabut asap.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan hingga hari ini, sebanyak tiga ton garam telah disemaikan.
“Hingga saat ini, garam yang sudah ditabur sekitar tiga ton,” ujar Ronny lagi.
Ronny menjelaskan, pelaksanaan penyemaian garam disesuaikan dengan potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran agar operasi berjalan efektif.
Menurut Ronny, OMC merupakan tindak lanjut atas penetapan status darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Kalsel yang telah ditetapkan sebelumnya. (mns/K-2)















