Sekitar Rp 5 Miliar Anggaran BTT Belum Dilaporkan ke Bekauda

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin telah menganggarkan untuk belanja tak terduga (BTT) guna penanganan CoVID-19. Anggaran yang disiapkan itu pun tak sedikit, angkanya mencapai Rp 92 miliar.

Anggaran BTT yang disiapkan ini diambil dari hasil pemangkasan anggaran di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah dilakukan sebelumnya. 

Penggunanya tak hanya untuk bidang kesehatan, akan tetapi termasuk bantuan sosial, hingga keperluan penanganan lainnya. Termasuk biaya insentif petugas yang bekerja di lapangan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil mengungkapkan, dari anggaran BTT yang sudah disiapkan, sudah dicairkan sekitar Rp 72 miliar. 

Duit tersebut digunakan baik Dinas Kesehatan maupun BPBD yang memiliki kewenangan penggunaan anggaran. Pencarian itu sesuai dengan rencana kebutuhan belanja (RKB) yang telah diajukan ke Bekauda. 

Sementara untuk realisasi penyerapannya baru sekitar Rp 67 miliar. “Berarti ada sisa. Sisinya masih proses,” ujar Subhan di balaikota, Senin (05/10/2020).

Artinya dengan kata lain, masih ada sekitar Rp 5 miliar yang belum disampaikan laporan pertanggungjawabannya ke Bekauda. 

Subhan menambahkan, BTT Rp 92 miliar yang disiapkan tersebut digunakan hingga Desember mendatang. Dan hingga saat ini SKPD pengguna masih memiliki kesempatan untuk mengajukan RKB.

Berita Lainnya

Aktivis Kampus Dipolisikan

Jembatan Tak Ada IMB Karena Lupa

1 dari 1.604

“Kalau memang ada penangan yang orgen sampai Desember nanti. Misal Banjarmasin PSBB lagi, bisa saja sisanya itu diambil lagi,” jelas Subhan. (sah/KPO-1)

Anggaran BTT yang disiapkan ini diambil dari hasil pemangkasan anggaran di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah dilakukan sebelumnya. 

Penggunanya tak hanya untuk bidang kesehatan, akan tetapi termasuk bantuan sosial, hingga keperluan penanganan lainnya. Termasuk biaya insentif petugas yang bekerja di lapangan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Banjarmasin, Subhan Noor Yaumil mengungkapkan, dari anggaran BTT yang sudah disiapkan, sudah dicairkan sekitar Rp 72 miliar. 

Duit tersebut digunakan baik Dinas Kesehatan maupun BPBD yang memiliki kewenangan penggunaan anggaran. Pencarian itu sesuai dengan rencana kebutuhan belanja (RKB) yang telah diajukan ke Bekauda. 

Sementara untuk realisasi penyerapannya baru sekitar Rp 67 miliar. “Berarti ada sisa. Sisinya masih proses,” ujar Subhan di balaikota, Senin (05/10/2020).

Artinya dengan kata lain, masih ada sekitar Rp 5 miliar yang belum disampaikan laporan pertanggungjawabannya ke Bekauda. 

Subhan menambahkan, BTT Rp 92 miliar yang disiapkan tersebut digunakan hingga Desember mendatang. Dan hingga saat ini SKPD pengguna masih memiliki kesempatan untuk mengajukan RKB.

“Kalau memang ada penangan yang orgen sampai Desember nanti. Misal Banjarmasin PSBB lagi, bisa saja sisanya itu diambil lagi,” jelas Subhan. (sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya