Tahun Depan Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Penataan Kawasan Sekumpul

Berita Lainnya
1 dari 1.094

Banjarbaru, KP – Kawasan Sekumpul terutama jalur utama dari pertigaan Masjid Pancasila arah ke makam KH. Zaini Abdul Ghani, akan ditata. Tidak hanya pelebaran jalan semata, troroat, drainase, dan tempat berjualan representatif bagi pelaku UMKM termasuk pada penataan tersebut.
Hal ini dipastikan oleh anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalsel 1, Rifqinizami Karsayuda, Rabu (21/10) di sela kunjungan bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumah Rakyat (PUPR), John Wenpi Wetipo, ke Provinsi Kalsel.
Menurut Rifqi, gerbang pertigaan Masjid Pancasila akan dibuat gerbang dengan arsitektur Madinah-Banjar. “ Insyaallah tahun 2021 mulai terlihat kawasan Sekumpul berubah total aksitektur dan keindahannya,’’ kata Rifqi.
Menurut Rifqi, Kawasan Sekumpul berpotensi menjadi destinasi wisata religi skala nasional karena banyak dikunjungi peziarah, terutama saat Haul Guru Sekumpul. Pada tahap awal Kementerian PUPR mengucurkan dana APBN sekitar Rp70 miliar. Hingga 2023 mendatang diperkiran dana yang dibutuhkan Rp200 sampai Rp250 miliar.
Ia optimis penyelesaian revitalisasi Sekumpul sesuai target. Sebab, kata dia, masyarakat sekitar makam Guru Sekumpul mendukung penuh proyek revitalisasi ini. Ia mengklaim masyarakat di kawasan Sekumpul iklas tanahnya dipakai revitalisasi.
“Alhamdulilah masyarakat di Sekumpul bersedia tidak dibayar. Secara sukarela mereka mau menyerahkan tanah atau sebagian bangunan yang terkena pelebaran jalan, itu yang membuat Sekumpul cepat. Masyarakat melakukan secara sukarela sebagai penghormatan terhadap gurunya, Guru Sekumpul,” ujar legislator Senayan ini.
Ia menambahkan, pengerjaan revitalisasi kawasan Sekumpul mencakup dua segmen. Segmen pertama dari pertigaan Masjid Pancasila sampai irigasi, kemudian segmen 2 dari irigasi sampai pertigaan Sekumpul Ujung.
Rifqinizamy berharap masyarakat yang masuk segmen 2 juga bersedia merelakan tanahnya dipakai revitalisasi Sekumpul. “Ulun berharap itu juga direlakan masyarakat. Kalau pakai proses ganti rugi memerlukan waktu yang lama. APBN yang sudah kita ketok untuk pelaksanaan juga nantinya enggak operasional gara-gara permasalahan lahan. Kita yang rugi sendiri. Kalau haul kita rela meminjamkan rumah, memasak, dan seterusnya. Apalagi cuma pekarangan setengah meter enggak kita relakan untuk memuliakan peziarah,’’ tuturnya.
Kunjungan Rifqi dan Wamen PUPR disambung Plt Gubernur Kalsel, H. Rudy Resnawan dan Penjabat Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar. Selain ke Pemprov Kalsel, agenda kunjungan juga menyasar ke Embunung Banua, di Kebun Raya Banua dan proyek Jembatan Sei Alalak, di Banjarmasin.(mns/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya