Angkringan ‘Pak D’ Diawaki Sarjana dan Mahasiswa

Banjarmasin, KP -Meski keadaan sibuk, tetap mengasyikan melakukan sesuatu apa yang diimpikan.

Dan di sini mereka, senang serta tekun dengan kemandirian dalam berusaha.

Itulah di Angkringan ‘Pak D’ yang berada di kawasan H Hasan Basry (Kayu Tangi) Banjarmasin Utara.

Angkringan, tiap malam selalu ramai dikunjungi berbagai kalangan, namun mayoritas adalah kaula muda.

Semua menikmati menu tersedia sambil nongrong, mengobrol dan canda.

Usaha angkringan ini diawaki tiga orang, ada berstatus sarjana serta ada masih berstatus mahasiswa.

Meski memiliki modal terbatas, tanpa dari saku orang tuanya, bukan alasan bagi ketiganya untuk mencoba membuka usaha kecil kecilan di masa Pandemi Covid -19 serta sambil menunggu peluang masuk bekerja.

Dengan modal patungan (diperoleh atas dasar pengumpulan uang bersama-sama), kemudian coba buka usaha itu.

Mereka adalah Nadya Rizky Amalia (Sarjana Fakultas Hukum ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin.

Kemudian Diky Wahyudi, seorang mahasiswa Kedokteran di Trisakti Jakarta, dan di Banjarmasin sambil ikut bergabung di Gapensi (gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia).

Serta Anugrah Budiyono, yang akrab disapa Dio, sarjana D3 di Poliban Banjarmasin dan kini melanjutkan kuliah Teknologi Informatika di UNISKA Banjarmasin sambil menjadi Admin Id Express.

Diky, Nadya maupun Dio mengatakan, kalau rencana buka Angkringan sudah lama dan baru bisa terlaksana pada tanggal 3 Oktober 2020.

Di sini mereka membagi tugas, ada pencari atau penyidia tempat untuk buka Angkringan.

Berita Lainnya
1 dari 578

Ada yang tugasnya membenahi ketika buka dan tutup serta pula ada tugas penyedia menu makanan.

“Selebihnya ada pekerjaan orang lain seperti melakukan bakar-bakar dari menu dipesan. Kita bersama ingin kreatif, dan membuka peluang usaha mandiri, meski kecil-kecilan. Paling penting tak selalu tergantung pada orang tua,” tambah Diky.

Di lokasi hanya disediakan lapak untuk duduk bersantai, meja tepat makanan dan tempat memanggang.

Kemudian soal nama ‘Pak D’ ini, disebut menyesuaikan menu disediakan.

Namun pada sebenarnya adalah awal kata Diky-Dio.

Sedangkan jadwal buka Angkringan mereka pada Jumat hingga Minggu malam dan tutup pada Senin dan Kamis malam.

Kemudian Nadya yang tugasnya meracik bumbu serta mengolah aneka menu makanan dari rumah, mengatakan di Angkringan ‘Pak D’ ada aneka bacem yang dibakar.

Seperti tusukan bacem kepala ayam, ceker, hati, ampela, kulit, usus, tempe, sosis, otak-otak, telur puyuh, daging ayam plus sambal spesialnya.

Bahkan ada pula tahu walik, nasi bakar dan apel jagung.

”Semua dengan harga yang murah meriah. Ya Alhamdulillah, ramai dan selalu habis menu dipesan. Bahkan ada pengunjung kita pesan sambel untuk dibawa ke Jakarta,” tambah Nadya sembari tersenyum.

Awalnya lanjut Nadya bergabung sama teman-temannya, dan kadang acara masak-masakan yang diolahnya. Lantas diajak Dio untuk buka usaha.

”Pada mula saya karena masih menjalani kuliah, ya aku menolak.

Dan baru setelahnya dibicarakan lagi hingga bertiga membuka Angkringan ini, walau dengan modal awal terhimpun Rp2.850.000,” pungkas Nadya. (K-2/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya