Debat, Paslon Gubernur Kalteng Saling Serang Kebijakan.

Dalam debat pertama dengan tema memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta pemerataan pembangunan dan kebijakan penanganan Covid-19, kedua Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Ben Brahim S. Bahat – H. Ujang Iskandar, nomor urut 2 H. Sugianto Sabran – H. Edy Pratowo serta Naila Husna selaku moderator, terkesan saling serang kebijakan masing-masing selama menjabat.

PALANGKA RAYA, KP — Dua pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti debat publik tahap pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, Sabtu (7/11).

Debat publik perdana diselenggarakan disalah satu hotel berbintang ini menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Prov. Kalteng H. Harmain Ibrohim beserta jajaran Komisioner, Ketua Badan Pengawas Pemiliham Umum (Bawaslu) Prov. Kalteng Satriadi beserta Komisioner.

Kedua Paslon nomor urut 1 Ben Brahim S. Bahat – H. Ujang Iskandar dan Paslon nomor urut 2 H. Sugianto Sabran – H. Edy Pratowo serta Naila Husna selaku Moderator, saat tampil terkesan saling serang kebijakan masing-masing selama menjabat.

Thema debat publik tahap pertama yakni Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan, Serta Pemerataan Pembangunan dan Kebijakan Penanganan Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 361

Dan Sub Tema dari menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Nasional. Kedua, memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan. Terakhir, kebijakan dan Strategi Penanganan, Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Ketua KPU Kalteng H. Harmain Ibrohim. H. Harmain Ibrohim mengemukakan debat publik tersebut salah satu jenis kampanye yang difasilitasi KPU.

Hal itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020 pada Pasal 20 Ayat 1 dinyatakan bahwa debat Publik atau debat terbuka antar paslon diselenggarakan oleh KPU Provinsi/Kabupaten/Kota dan disiarkan secara langsung melalui Lembaga Penyiaran Publik atau Lembaga Penyiaran Swasta.

Salah satu pemantau siaran publik Raih Tiup mengaku debat kali ini kurang gregetnya bagi paslon, sebab keduanya tak banyak mengungkapkan strategi pembangunan bila menang.

Tetapi yang banyak terlihat kedua paslon saling serang kebijkan masing daerah, dan terlihat tak diperingatkan oleh pembawa acara, Naila. Akan tetapi mendekatiakhir debat, kedua paslon saling memaafkan dan menyadari kesalahan masing-masing. (drt/K-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya