PBVSI gelar penataran pelatih Dan wasit bola voli se Kalsel

PBVSI Kalsel menggelar penataran pelatih dan wasit bola voli, dari tgl 24-28 November 2020 di Hotel Rodhita Banjarmasin.

Peserta penataran bola voli. (Kp/nafarin fauzy)

Banjarmasin, KP – Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kalimantan Selatan, menggelar pelatihan pelatih dan wasit cabang Olahraga bola voli di Hotel Roditha Banjarmasin, Selasa (24/11/2020) sore.

Kegiatan penataran dibuka oleh Ketua KONI Kalsel yang diwakili Wakil Sekretaris Umum KONI (Komite OlahragaNasional Indonesia) Kalsel, Hesly Junianto,SH,MH

Pelatihan pelatih voli berlisensi tingkat C nasional ini banyak diikuti para pelatih voli se Kalsel yang berusia sangat muda.

Sekretaris Umum Pengprov PBVSI Kalsel, Muhclis Mochtar mengatakan para pelatih diharapkan menjadi cikal bakal pelatih voli masa depan.

“kita para pelatih yang ikut acara ini bakal bisa membawa Kalimantan Selatan berjaya di ajang PON delapan tahun ke depan, yang diharapkan digelar di Kalsel pada 2028 nanti,” kata Muhlis.

Berita Lainnya
1 dari 371

Sebab pelatih yang hadir kebanyakan berusia muda untuk bisa melatih di PON XXI di Aceh masih belum matang hingga target delapan tahun nanti.

“Setelah lulus pelatihan langsung disebar ke daerah-daerah untuk memberikan hasil pelatihannya agar bola voli di Kalimantan Selatan bisa kembali bangkit,” kata Muchlis yang juga pengurus Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kalsel.

Ketua panitia pelaksana, Abdurrahman Abdi mengatakan ini digelar selama 4 hari, dari tanggal 24-28 November 2020, dan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari 23 pelatih dan 21 wasit se Kalimantan Selatan.

Untuk narasumber didatangkan lngsung dari PB PBVSI dan PBVSI Jawa Barat Rudy Dwiprana dan Daya Kusuma.

Ketua Umum KONI Kalsel, melalui Wakil sekretaris KONI Kalsel Hesly Julianto meminta Yang dimanfaatkan dengan baik oleh para pelatih dan wasit yang hadir. Sebab saat ini masih banyak spesifikasi dan hanya mengandalkan melatih cara tradisional saja.

“Saya berharap pelatih harus memiliki sertifikasi nasional untuk bisa melatih, sesuai dengan standar nasional,” pungkas dia.

Hesly juga meminta agar kegiatan pelatihan selama empat hari, benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta, baik para pelatih maupun wasit, sehingga ke depannya Kalimantan Selatan bias memiliki pelatih voli yang benar-benar kualified, dan menjadi wasit yang benar-benar menguasai semua peraturan pertandingan,agar jangan sampai terjadi kesalahan dan kericuhan di lapangan akibat kekeliruan wasit,’’ harap Hesly.

Sementara pengurus PBVSI Kalsel Purnawarman ‘Kasela’, mengatakan kegiatan pelatihan ini memiliki nilai strategis dan bagus bagi pelatih dan wasit voli untuk menambah ilmu kepelatihan dan ilmu sebagai wasit dalam memimpin sebuah pertandingan. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya