Dua ASN Bartim Terrtular COVID -19

Tamiang Layang , KP – Dua orang Aparatur Sipil Negara ( ASN ) di Pemerintah Kabupaten Barito Timur terpapar COVID-19. Salah satunya pegawai Dinas Sosial Bartim

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Bartim, dr Simon membenarkan ada dua ASN terkonfirmasi poasitif COVID-19 dan sudah dilakukan perawatan isolasi.

“Karena itu, ASN di Bartim perlu lebih disiplin lagi menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Simon Biring di Tamiang Layang, Selasa (24/11).

Simon juga meminta ASN maupun masyarakat untuk tidak membuka masker saat berada di keramaian dan selalu menjaga jarak.

Jelas Simon lagi kemaren Senin (23/11) kemarin ada penambahan 11 orang terkonfirmasi Covid-19 dan diantaranya ada dua ASN tersebut.

ASN tersebut yakni berinisial S (41) warga Kelurahan Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur dan C (43) warga Desa Tangkan Kecamatan Awang.

Sementara terkonfirmasi positif lainnya yakni tuan B (61) Desa Sumur, tuan Ar (47) Tamiang Layang, nyonya GP (84), nyonya SF (20) Desa Bamban, tuan MS (29) Desa Lalap, tuan DA (29) Desa Batuah, nyonya RP (33) Tamiang Layang, tuan AR (18) Tamiang Layang dan tuan AK (44) Desa Dayu.

Berita Lainnya
1 dari 146

Lanjut Simon, ada lima warga dinyatakan sembuh dari terpapar COVID-19 berdasarkan hasil tes usap (swab test) yakni nyonya T (42), nyonya J (31), anak NPI (12) dari Desa Unsum, FNN (31) Tamiang Layang dan tuan AS (46) Desa Pulau Patai.

Data terbaru Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bartim, Senin (23/11) pukul 12 menyebutkan total terkonfirmasi positif sebanyak 368 kasus, dengan rincian dalam perawatan 77 orang, sembuh 288 orang, meninggal tiga orang. Selain itu, probable nihil dan suspek delapan orang.

“Saat ini terus bertambah. Kemarin ada 11 orang terkonfirmasi dan hari ini ada 11 orang lagi. Artinya, terjadi penambahan secara drastis dalam sepekan terakhir,” kata Simon.

Kepala Dinas Sosial Bartim Riza Rahmadi membenarkan satu orang pegawainya pada bidang pemberdayaan sosial bersama satu orang tenaga kesejahteraan Sosial kecamatan atau TKSK terkonfirmasi positif COVID-19.

“Yang bersangkutan beberapa hari yang lalu mengikuti kegiatan rapat di Provinsi Bali yang difasilitasi oleh Kemensos RI,” kata Riza.

Dijelaskan mantan Kadis Pertanian itu, kontak erat di Dinsos sebanyak tiga orang dan sudah menjalani tes swab. Jika nanti positif, maka semua ASN di Dinsos wajib mengikuti tes usap. Sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, penyemprotan disinfektan dilakukan di semua ruangan di Dinsos Bartim.

“Kami mohon pengertian dari masyarakat jika dalam beberapa hari ke depan pelayanan di Dinsos tidak maksimal karena dibatasi hingga hasil tes usap diterbitkan dan diketahui hasilnya,” katanya.

“Saya juga meminta dan menegaskan agar teman-teman yang bertugas di lapangan dalam penyaluran bantuan sosial untuk tidak kendor menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan dan penyebarannya,” demikian Riza. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya