Satu Mahasiswi Ditendang, Picu Ricuhnya Unras di Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Salah satu peserta aksi unjuk rasa (unras) penolakan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law, Gusti Muhammad Thoriq Nugraha membeberkan pemicu ricuhnya perlawanan mahasiswa tersebut dikarenakan adanya tindakan represif dari petugas Kepolisian.

Aksi represif yang tersebut dialami oleh mahasiswa yang berada di barisan depan. Ada yang dipukul, dicekik dan ditendang. Yang ia sayangkan tindakan tersebut juga dilakukan pada peserta aksi perempuan.

“Tadi ada satu mahasiswi yang dipukul petugas. Jadi itu yang membuat emosi rekan kita memanas,” ucapnya pada awak media usai demonstrasi tersebut bubar, Kamis (5/11) siang.

Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan koordinator lapangan (korlap) aksi, Iqbal Hambali ditarik aparat kepolisian.

“Untuk masalah iqbal ini sudah kota koordinasikan kepada aparat. Apapun yang terjadi pada rekan kita itu merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Berita Lainnya

PENGURUS PUSAT JMSI DIKUKUHKAN HARI INI

1 dari 1.090

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kebenaran adanya tindakan represif tersebut, Wakapolres Banjarmasin, AKBP Sabana Atmojo membantah, bahwa kejadian tersebut masih menurut versi korban atau peserta aksi yang dominan mahasiswa/i. Akan tetapi, kebenarannya masih simpang siur.

“Itu kan versi mereka, kan belum tentu juga benar,” ujarnya

Yang jelas, kata Sabana, anggota kepolisian bertahan di tengah amukan massa dengan memberitahukan kepada seluruh anggota bahwa jangan sampai ada kekerasan.

“Tidak ada kekerasan, meskipun mereka menyerang, kita bersabar dan tenang, jadi personil kami tidak ada yang melakukan aksi seperti itu,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia tak menampik bahwa dalam aksi tersebut ada yang menjadi provokator. Seperti dengan melontarkan kata-kata kotor, kasar dan menggerakkan orang untuk menyerang petugas.

“Itu tidak boleh dilakukan, kalau ingin menyatakan pendapat dipersilahkan, sudah diatur dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan mengutarakan pendapat di muka umum. Tapi itu harus dilakukan sesuai koridornya,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya