Untuk Paud Jangan Diberlakukan Tatap Muka

Anak usia dini harus mendapat perhatian jika dimasa pandemi sangat rawan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan

BANJARMASIN,KP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin memastikan proses belajar tatap muka di setiap sekolah yang ada di Kota Banjarmasin akan diterapkan secara merata Januari 2021. Hal tersebut juga sesuai dengan instruksi Mendikbud Nadiem Makarim sekolah tingkat Paud sampai dengan SMP di Banjarmasin bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Akademisi pendidikan Dr Kasypul Anwar mengatakan kalau bisa untuk Paud untuk sementara jangan diberlakukan pembelajarn tatap muka dulu apapun alasannya jika covid -19 belum benar aman.

Bukan tanpa alasan, anak paud / TK merupakan jenjang pendidikan Non Formal artinnya sebelum jenjang pendidikan dasar, anak berusia 0 hingga 6 tahun dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani dan rohani.

“Anak paud yang menitikberatkan pada arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini,” katannya selasa 24/11/2020

Berita Lainnya
1 dari 3.547

Dikatakannya pula jika SD, SMP dan seterusnnya adalah jenjang pendidikan Formal dimana jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang dengan syarat tertentu yang telah ditetapkan pemerintah.

“Anak usia dini harus mendapat perhatian jika dimasa pandemi harus berhadir pula tentunnya sangat rawan terjadi hal yang tidak diinginkan,” katannya yang juga sebagai anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD) dan (PNF) Provinsi Kalsel tersebut.

Sementara Kepala sekolah Paud Terpadu Mawar Noor Hayati mengatakan, kalau bisa untuk anak paud jangan dulu sebab anak-anak paud sangat rentan.

“Para anak paud adalah anak yang dalam masa bermain, saat bermain bisa saja terjadi hal-hal yang tak diinginka,” katanya

Ia juga memaklumi dengan kejenuhan para ibu-ibu terlebih jika kedua oran tuannya sama sama bekerja.

“Sangat repot, terlebih memiliki anak kecil, namun demi sesehatan dan keamanan. Doakan saja semoga ini cepat berlalu,” ucap Noor Hayati. (fin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya