Dianggap Membahayakan, Sampah APD Bekas Pencoblosan Akan Dibakar

Sisa-sisa APD ini harus dimusnahkan, Mukhyar menerangkan bahwa dirinya khawatir akan digunakan kembali oleh masyarakat setelah dibuang.

BANJARMASIN, KP – Sampah Alat Pelindung Diri (APD) dan sarung tangan lateks sisa hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 kemarin rupanya dianggap membahayakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar mengatakan, sampah yang dinilai membahayakan tersebut rencananya akan dimusnahkan.

“Jadi sarung tangan lateks, masker khususnya APD bekas Pemilu kemarin dan sampah lain yang dianggap membahayakan akan dimusnahkan,” ucapnya pada saat ditemui awak media di Gedung Balai Kota Banjarmasin, Kamis (10/12) siang.

Ia menjelaskan, sampah-sampah tersebut akan dikumpulkan di puskesmas-puskesmas terdekat dan ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin yang nantinya akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Sisa sampah lainnya yang tidak membahayakan langsung diangkut oleh petugas DLH untuk dimusnahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” tambahnya.

Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinkes secara lisan agar bisa mengakomodir sampah-sampah yang membahayakan tersebut.

“Lagian kemarin itu Dinkes juga masih aktif di lapangan memantau penerapan protokol kesehatan di TPS,” ujarnya.

Berita Lainnya

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

1 dari 3.594

Rencananya, ia menambahkan, sampah tersebut akan dimusnahkan di lokasi tertentu. Pasalnya sampah seperti itu boleh untuk dibakar.

“Nanti kita tentukan lokasi pemusnahannya. Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebenarnya bisa saja. Tapi di lokasi khusus, tidak digabung dengan sampah-sampah lain,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia meyakini bahwa sampah yang plastik maupun APD bekas Pemilu yang mengancam kebersihan Kota Banjarmasin ini persentasenya tidak seberapa besar.

“Karena ada sebagian masyarakat yang langsung membawa pulang APD setelah selesai mencoblos,” tambahnya.

Sehingga, dalam proses pemusnahan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak Dinkes. “Jadi kalau kemungkinan akan digabung dengan APD penanganan Covid-19 yang dimusnahkan di Surabaya,” tukasnya.

Saat ditanya mengenai alasan sisa-sisa APD ini harus dimusnahkan, Mukhyar menerangkan bahwa dirinya khawatir akan digunakan kembali oleh masyarakat setelah dibuang.

Hal tersebut menurutnya tentu sangat membahayakan, Oleh karena itu Ia mengimbau kepada masyarakat, agar APD yang akan dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) bisa dirusak terlebih dahulu.

“Misalnya masker. Sebelum dibuang lebih baik di rusak terlebih dahulu,” tandasnya. (zak/k-11)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya