Kadis Diknas Bartim Minta Semua Sekolah Memperketat Pembelajaran Luring

Tamiang Layang , KP – Kepala Dinas Pendidikan Bartim Arsepto Halin kepada meminta semua sekolah atau satuan pendidikan yang ada di kabupaten Bartim mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP memperketat pembelajaran luar jaringan atau luring.

“Pertemuan antara murid yang mengantar tugas ke sekolah harus lebih ketat. Tugas diantar tapi tidak boleh lagi bertemu langsung agar menghindari kontak karena saat ini penularan yang berkembang adalah kluster keluarga,” kara Arsepto di Tamiang Layang ( 1/12 /2020 )

Arsepto juga menegaskan bahwa belum ada izin untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka hingga akhir tahun 2020. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bartim tentang larangan penyelenggaraan belajar mengajar dengan metode tatap muka.

Surat edaran Bupati Bartim itu belum dicabut dan masih berlaku. Selain itu, 10 kecamatan di Kabupaten Bartim berstatos zona merah, artinya penyebaran COVID-19 sudah terjadi pada 10 kecamatan.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Bartim, dari total kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 382 orang, rata-rata berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan penularan terbanyak pada kluster keluarga.

“Kita tidak ingin ada guru yang tertular COVID-19 karena bisa menjadi pusat penularan kepada murid dana tau menjadi kluster pendidikan,” kata Arsepto.

Berita Lainnya
1 dari 144

Teguran akan diberikan kepada pimpinan satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Bartim yang menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bartim, dr Simon Biring mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 saat ini didominasi kluster keluarga.

Didominasi kluster keluarga karena sebagian besar dari mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 yang baru tertular dari keluarga dekat yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19.

“Penularan ini diduga karena terjadinya pertemuan antara keluarga satu rumah yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Simon Biring.

Menurutnya, semua warga diharapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga sarak saat di dalam rumah, diluar rumah dan saat kembali ke rumah.

Menerapkan protokol kesehatan sat kedatangan ke rumah seperti mencuci tangan sebelum masuk rumah. Selain itu, tidak langsung melakukan kontak tubuh melainkan langsung melepas pakaian dan merendamnya pada air bersih dengan deterjen dan membersihkan badan dengan mandi.

“Laksanakan protokol kesehatan terutama protokol kesehatan kedatangan untuk melindungi keluarga. Menerapkan protokol kesehatan secara disiplin mampu mengurangi risiko tertular COVID-19,” kata Simon Biring. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya