Stok LPG Aman Hingga Awal Tahun 2021

Bagi masyarakat kalangan menengah ke atas, PNS, rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan LPG Subsidi. Tapi, harus konsumsi LPG yang Non Subsidi, yakni ukuran 5,5 Kg hingga 12 Kg.

BANJARMASIN, KP – Ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) Subsidi dan Non Subsidi di Kalimantan Selatan (Kalsel) terbilang aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga memasuki awal tahun 2021 nanti.

Seperti diungkapkan Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, HM Irfani. Dimana, pihak Pertamina sudah mulai menambah stok LPG ditingkat Depo sejak beberapa minggu lalu.

“Karena ada penambahan maka stoknya cukup aman. masih ada waktu dua hari hingga LPG kembali disuplai oleh Pertamina,” ujar Irfani, kemarin.

Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, HM Irfani

Menurutnya, saat ini jumlah stok LPG di Depo ada sekitar 1300 Metrix Ton dan sebentar lagi akan bongkar di kapal sebanyak 880 Metrix Ton.

“Besok rencananya akan ada penambahan stok lagi dengan jumlah 900 Metrix Ton,” kata Irfani.

Berita Lainnya
1 dari 578

Adanya tambahan tersebut, ia memastikan masyarakat tidak sulit untuk mendapatkan LPG di pasaran, dan harga ditingkat pengecer pun otomatis akan normal dengan sendirinya karena pasokan yang cukup.

“Jadi saat Natal kemarin, hingga menjelang tahun baru, semua daerah di Kalsel, khususnya Banjarmasin mendapat tambahan pasokan LPG. Di Kalsel ini ada 76 agen gas, dan khusus di Banjarmasin sendiri ada 11 agen,” jelasnya lagi.

Secara keseluruhan, untuk memenuhi kebutuhan di Kalsel, Depo mengeluarkan LPG subsidi dan non subsidi tak kurang dari 300 metrix Ton setiap harinya.

“Tapi, menjelang momen tahun baru ini, bisa mencapai 400 Metrix Ton perhari,” imbuhnya.

Ia mengakui, belum lama ini pasokan sempat tersendat selama sepekan. Untungnya, stok pengisian di depo masih mencukupi.

“Akibat gelombang tinggi. Kapal pengangkut sulit berlayar. Alhamdulillah, stok tidak sempat terputus karena persedian di depo cukup melimpah” papar Irfani.

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau, bagi masyarakat kalangan menengah ke atas, PNS, rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan LPG Subsidi. Tapi, harus konsumsi LPG yang Non Subsidi, yakni ukuran 5,5 Kg hingga 12 Kg.

“LPG 3 Kg ini peruntukkannya kan khusus bagi masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin. Ini penting supaya subsidi yang diberikan pemerintah itu tepat sasaran,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya