Ustadz dan ustadzah di Bartim ikuti sertifikasi

Tamiang Layang, KP – Sebanyak 233 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah mengikuti sertifikasi yang dilaksanakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia setempat di Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur.

“Tujuannya untuk menyamakan pembelajaran kurikulum pendidikan agama Islam di tingkat desa-desa se Kabupaten Bartim,” kata Asisten I Rusdianoor mewakili Bupati Bartim Ampera AY Mebas di Tamiang Layang, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, sertifikasi dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran ustadz dan ustadzah sesuai tempat tinggalnya di Kabupaten Bartim.

Pemkab BArtim memberikan dukungan penuh agar pendidikan agama Islam yang dilaksanakan benar-benar terlaksana dengan baik. Untuk itu, Pemkab Bartim menyediakan bantuan dana sebesar Rp600 ribu per orang untuk ustadz dan ustadzah.

“Dana tersebut bersumber dari Bansos. Insyaallah tahun 2021 ada kenaikan,” kata Rusdiannor.

APBD Pemkab Bartim 2021 sedang dalam tahapan evaluasi Gubernur Kalteng melalui Biro Hukum Sekretariat Pemprov Kalteng.

Ketua BKPRMI Kabupaten Bartim, Zainal Hamli menjelaskan, sertifikasi dilakukan untuk memberikan pencerahan kembali kepada ustadz dan ustadzah sehingga lebih bersemangat memberikan pendidikan kepada anak didik.

Berita Lainnya
1 dari 146

“Dalam sertifikasi ini, materi yang diberikan bukan saja kurikulum, tapi juga berkaitan dengan pendidikan lainnya seperti bahaya narkoba dari Polres Bartim dan wawasan kebangsaan yang dibawakan Pabung Kodim 1012 Buntok,” kata Zainal.

Dijelaskan Zainal, bahaya narkoba diharapkan disampaikan kembali pada ustadz dan ustadzah kepada anak didiknya baik di TK maupun TPA, sebagai bekal pendidikan anak usia dini untuk terhindar dari bahaya narkoba.

Sedangkan materi wawasan kebangsaan bertujuan supaya ustadz dan ustadzah memiliki pemahaman yang sama tentang wawasan kebangsaan, dan dalam menyampaikan pelajaran kepada anak didik tidak menjurus kepada hal-hal yang bertentangan dengan pemerintah demi menjaga keutuhan NKRI.

“Pada kesempatan yang sama nanti Bupati Bartim Ampera AY Mebas juga akan menyampaikan materi secara virtual tentang kebijakan pemerintah daerah dalam keberagaman beragama,” imbuhnya.

Para ustadz dan ustadzah juga diminta menyampaikan maupun mensosialisasikan kepada anak didiknya untuk menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan sertifikasi ustadz dan ustadzah dilaksanakan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Para ustadz dan ustadzah diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sebelum masuk ruangan pun diperiksa suhu tubuh.

“Satu ruang hanya mampu menampung 60 orang. Dikarenakan keterbatasan ruang maka dilaksanakan dalam empat kali pertemuan atau tatap muka untuk masing-masing peserta sebanyak 60 orang,” demikian Zainal Hamli. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya