Ade Atau Slamet, ‘Pimpin’ PDAM Tabalong 2026-2031

Tanjung, KP – Dari sekian nama pelamar calon Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tabalong, tersaring 3 nama di internal perusahaan. Untuk itu, Ade dan Slamet dipastikan calon Direktur PDAM Tabalong priode 2026-2031.

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Bupati Tabalong Drs H Anang Syakhfiani M.Si,

Bupati Tabalong usai melantik HA Bahid SE MA sebagai direktur PDAM Tabalong, priode 2021-2026, Rabu (13/1) di Wisma Tamu Bersinar Pembataan Tanjung.

Menurut Anang, dari sekian banyak yang mendaftar untuk dijadikan calon direktur PDAM, setelah dilakukan seleksi akhirnya muncul tiga nama dan ketiganya berasal dari dari internal PDAM Tabalong sendiri yakni Ade Permana S.AP yang menjabat sebagai Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Tabalong dan Slamet Budi Santosa S.Sos yang menjabat sebagai Kabag Teknik PDAM Tabalong. “Dan yang lebih menggembirakan lagi ada 2 orang anak muda di belakang Pak Bahit saat ini, dapat dipastikan priode berikutnya bereka inilah yang akan tampil,” ujar Anang.

“Maka, diminta kepada Pak Bahit selama memimpin PDAM, peran Pak Slamat dan Pak Ade diberi dimaksimal,” pinta bupati yang juga sebagai Pembina PDAM Tabalong ini.

Dalam acara yang duhadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Tabalong Drs H Mawardi M.Si, Ketua DPRD Tabalong, Sekda Tabalong, para asisten, staf ahli dan kepala dinas dan badan tersebut, Anang mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut adalah sebagai tonggak awal, “Kita sudah saksikan bersama pelantikan dan pengambilan sumpah direktur PDAM 2021-2025, pelantikan ini menjadi sangat penting karena menjadi tonggak awal, kepemimpinan baru di PDAM Tabalong,” ujarnya.

“Selamat kepada Bapak Bahit, ini merupakan amanah dan kepercayaan ke-2 dari pimpinan daerah. Sebagai Pembina perusahaan daerah, saya mengharapkan agar amanah dan kepercayaan yang ke-2 ini jangan disia-siakan, karena ini upaya kita untuk melakukan percepatan pembangunan di Kabupaten Tabalong, pembangunan harus bergerak/berjalan di semua lini, termasuk PDAM Taabalong” sebut Anang.

Berita Lainnya
1 dari 263

Sebagai perusahan daerah lanjut Anang, PDAM sudah saatnya berfikir untuk terus mengambangkan perusahaan, “tidak mungkin kalau kita hanya mengacu pada PDAM 5 hingga 15 tahun yang lalu, yang lebih banyak berfungsi sebagai babagai badan social,” ujarnya.

“Ada 2 hal yang ingin saya titipkan kepada Bapak Bahit, 1) lakukan langkah efesiensi di PDAM Tabalong, untuk ini sering-seringlah meninta arahan kepada Wabup, Inspektur daerah dan kepala DPRD. 2) saya ingin PDAM meningkatkan kemampuan. Komputensi jajaran PDAM, lakukan langkah yang sehat. Jika ada pegawai yang tiadak bisa dipertahankan silahkan diambil tindakan, karena PDAM bukan lagi sebagai lembaga social. Munculkan rasa memiliki terhadap perusahaan ini, sehingga muncul tanggungjawab terhadap perusahaan,” sebut Anang.

Selebihnya, orang nomor satu di Kabupaten Tabalong ini menyampaikan bahwa PDAM sudah harus keluar dari zona nyaman, “dulu pemikirannya mau untung  atau rugi perusahaan tidak masalah, nanti minta bantuan dana lagi dari pemerintah daerah, sekarang tidak demikian,” pesannya.

“Kemajuan seperti ini harus kita tantang. Jadi kalau kita masih berfikir betapa beratnya menaikan tarip PDAM, padahal kenaikan tarif terjadi jika dibarengi dengan peningkatan kwalitas dan pelayanan tentu itu tidak masalah, sebab biasanya masyarakat perkotaan minta yang berkualitas,” demikian ujar H Anang Syakhfiani.

Usai kegiatan, Direktur PDAM Tabalong Abdul Bahit SE MA, mengungkapkan sesuai dengan amanah dan kepercayaan yang diberikan, pihaknya akan melanjutkan rencana-rencana yangtelah tertuang dalam rencana bisnis plan 5 tahunan, “kebetulan kita bikin di akhir 2019 rencana yang benar-benar terencana dan tersusun, hingga tahun 2024,” ujarnya.

“Kita akan melakukan kegiatan sesuai dengan tahapan-tahapan perencanaan, dan ini yang pertama kali dilakukan di PDAM Tabalong, yaitu dibuat oleh internal PDAM sendiri, kalau sebelumnya dibuatkan oleh para konsultan, tapi saya berfikir yang lebih faham dan mengerti dengan kebutuhan dan pengembangan PDAM adalah kuwalitas dan kwantitas terus kita tingkatkan,” sebut Bahit.

Selebihnya, Abdul Bahit mengungkapkan bahwa hasil audit 2020 PDAM rugi, dikarnakan adanya penyusutan asset, jadi jika tidak ada penyusutan asset masih ada keuntungan, “target kita, 2021 akan mengejar laba, meski ini masih masa pemulihan,” ujarnya.

“Target 2021, laba sekitar di bawah seratus juta dan diharapkan nantinya kami sudah stor PAD, adapun 2022 hingga 2025 sudah kita susun proyeksi PDAM, nanti PDAM diharapkan stor PAD, hingga milyaran rupiah,” demikian pungkas Direktur PDAM Tabalong Abdul Bahit. (ros/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya