Penanganan Sungai dan Drainase Perlu Dinas Tersendiri

Banjarmasin, KP – Anggota DPRD Kota Banjarmasin Zainal Hakim mengusulkan agar Pemko bentuk kembali dinas tersendiri dalam kerangka penanganan sungai, sumber daya air dan drainase di kota ini.

” Organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut perlu ada dan dibentuk kembali, agar berbagai persoalan sungai serta drainase di kota ini dapat tertangani lebih fokus lagi, ” kata Zainal Hakim.

Menurutnya kepada {KP} Sabtu (23/1/2021) banjir cukup besar yang dialami 11 daerah di Kalsel termasuk Banjarmasin haruslah dijadikan pembelajaran, sehingga untuk mengatasinya agar tidak terjadi lagi kedepan penanganan serius.

Dijelaskan Pemko Banjarmasin sebelumny pernah membentuk Dinas Sungai, Sumber Daya Air dan Drainase (DSDAD), namun karena terkendala aturan pemerintah pusat dinas ini kemudian dirampingkan dan berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Zainal Hakim mengatakan, terjadinya musibah banjir besar yang melanda daerah ini, tentunya menjadi momen untuk diusulkannya kembali DSDAD.

Menurut penilaiannya, musibah banjir cukup besar yang terjadi tidak bisa dilepaskan dengan drainase dan sungai, sehingga dengan kondisi geografis kota Banjarmasin yang dipenuhi aliran sungai perlu tata kelola dengan baik dan ditangani secara khusus.

Berita Lainnya
1 dari 2.428

” Termasuk dari segi ketersediaan anggaran maupun sumber daya manusianya (SDM),” tandas anggota dewan dari F-PKB ini.

Lebih jauh ia mengakui, bahwa aturan pemerintah pusat sudah mengatur penanganan masalah sungai dan drainase berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Namun katanya kembali menandaskan, dengan terjadi musibah banjir perlu diajukan peninjauan lagi kebijakan itu khususnya untuk Kota Banjarmasin.

Alasan lain lanjutnya Banjarmasin memiliki kearifan lokal tersendiri sebagai kota yang selain banyak memiliki sungai, tapi juga sebagian besar memiliki dengan letak geografis berada di bawah permukaan air laut.

Musibah banjir di Kota Banjarmasin terjadi cukup parah berlangsung lebih sepekan sejak Kamis 14 Januari lalu.

Sehari setelah banjir Pemko Banjarmasin kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana, hingga membangun posko dan dapur umum di setiap kecamatan.

Banjir terparah menimpa Banjarmasin Timur, Banjarmasin Selatan dan sebagian daerah Banjarmasin Utara. BPBD Kota Banjarmasin menyebutkan sekitar 100 ribu jiwa warga terdampak banjir ini. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya