Pesantren Tahfidz Husada Akan Cetak Satu Rumah Penghafal Alquran Banjarmasin Baiman

Banjarmasin, KP – Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Mahasiswi Husada dianggap menjadi penambah khazanah bagi visi-misi Pemerintah Kota Banjarmasin yakni Banjarmasin Baiman.

Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pada awak media usai melaksanakan peresmian Pondok Pesantren yang berlokasi di Komplek Husada Permai, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (12/01) sore.

“Tahfidz ini sejalan dengan Banjarmasin Baiman yang menjadi visi-misi Pemko Banjarmasin,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa pondok pesantren tersebut merupakan fasilitas keagamaan yang sangat membantu dalam mencetak para penghafal Qur’an di Kota Banjarmasin.

Pasalnya, ini merupakan pondok pesantren keempat yang dikelola oleh pembina Pak Hadimi.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi pondok pesantren dalam mencetak penghafal Qur’an. Semoga cita-cita beliau bisa terwujud untuk melahirkan seribu hafidz,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap mahasiswi yang menjadi santri di Pondok Pesantren Tahfidz Husada ini masih mempunyai kesempatan untuk menghafal kitab suci umat muslim tersebut.

Berita Lainnya

Dewan Prihatin Peredaran Miras

1 dari 2.980

“Kita sangat mengapresiasi ini, saya kira menghafal Al-Qur’an ini tidak akan mengganggu aktivitas kuliah mereka,” tukasnya.

Selain itu, apresiasi orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu juga disampaikan lantaran adanya upaya kerjasama yang dilakukan pihak pengelola tahfidz dengan berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin. Seperti ULM, UIN Antasari, Uniska dan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Pembina Pesantren Tahfidz Husada, H Anwar Hadimi menuturkan, bahwa pihaknya tidak menutup kesempatan bagi siswa yang masih sekolah di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Menurutnya, keputusan untuk membuat tahfidz tingkat mahasiswa tersebut lantaran melihat kondisi kurangnya jumlah ustadz dan ustadzah yang memngembangkan tahfidz untuk kelompok umum.

“Jadi bagi kami, mahasiswa ataupun mahasiswi merupakan kader yang pas untuk melanjutkan amal jariah ini,” tuturnya.

Kemudian, ia menilai mahasiswa mempunyai kemampuan dan skil yang cukup memadai untuk menjadi pengajar di pondok tahfidz.

Saat ini di pondok pesantren yang lokasinya berdekatan dengan Upik Futsal itu menampung sebanyak 250 mahasiswi yang diharapkan akan menjadi seorang penghafal Qur’an berakhlak mulia.(Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya