Sehari Rp 100 Ribu, 3 Anak di Banjarmasin ‘Keenakan’ Jadi Badut Jalanan

Banjarmasin, KP – Meski sering kejar-kejaran dengan Satpol PP, fenomena anak yang menjadi badut jalanan di Kota Banjarmasin ternyata masih saja marak terjadi.

Bahkan saat ini banyak anak-anak yang seharusnya hanya menikmati manisnya keceriaan di bangku sekolah kini lebih memilih berkeliling Kota Banjarmasin dengan mengenakan kostum karakter kartun.

Seperti yang dilakukan oleh tiga sekawan bocah asal Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat ini. Masing-masing berinisial IT (11), IM (12) dan R (10).

Ketiga bocah yang masih mengenyam pendidikan di salah satu SDN Telawang itu mengaku memilih profesi badut karena tergiur keuntungan yang besar.

“Sehari bisa lebih dari 100 ribu hasil ngamen jadi badut,” ucap R (10) saat dijumpai awak media usai ngamen di salah satu warung di kawasan Jalan Sutoyo S, Kota Banjarmasin Jumat (8/1) siang.

Jumlah uang tersebut merupakan hasil ngamennya sebagai badut jalanan mulai dari pukul 9 hingga sore hari yang harus dibagi dua dengan pemilik kostum.

“Misalnya sehari dapat 100 ribu, 70 ribu dibawa pulang, 30 ribu dikasihkan sama pemilik kostum,” ungkapnya.

Berita Lainnya

BIN Sasar Vaksin ke MAN

APBD 2022 Fokus Percepatan Penanganan Covid-19

1 dari 3.576

Bocah yang masih duduk di bangku kelas IV SD itu mengatakan, bahwa keputusan untuk menjadi badut itu sendiri merupakan kemauan dirinya sendiri. Tanpa desakan dari orangtua ataupun orang lain.

“Kami senang jadi badut,karena dapat duit ketimbang main di kampung,” imbuhnya sembari melempar senyum polosnya.

Hal senada juga diungkapkan IT (11). Walaupun saat ini ia masih menjalani sekolah daring atau online, namun karena keterbatasan ekonomi ia juga lebih memilih menjadi badut.

“Saya nggak punya HP, jadi sulit belajar online. Mending ngamen jadi badut daripada nggak ngapa-ngapain di rumah,” cetusnya.

Ia mengaku pernah satu terjaring razia Satpol PP Kota Banjarmasin. Bahkan kostum badut yang ia pakai ngamen disita. Namun hal itu ternyata tidak membuat bocah yang juga masih duduk di kelas IV SD itu jera.

“Dulu sempat tertangkap Satpol PP, malah diancam akan dipenjara selama tiga bulan kalau masih saja jadi badut. Tapi kalau tidak jadi badut saya nggak punya uang,” imbuhnya.

Belajar dari pengalaman temannya ketiga bocah tersebut sering kejar-kejaran ketika ada patroli dari petugas Satpol PP.

“Kalau ada Satpol PP kami lari, sembunyi di sela-sela gang,” kata IM (12) sambil tertawa.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya