Dosen Muda Berpeluang Jadi Rektor Uniska

Banjarmasin,KP – Pelaksanan pemilihan Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, gaungnnya kini mulai jadi perbincangan hangat. Bahkan saat ini sudah disosialisasi pejaringan bakal calon Rektor Uniska MAB 2021-2025 tersebut.

Wakil Rektor I Uniska Dr H Jarkawi mengatakan, masa jabatan Rektor akan berakhir di bulan April mendatang dan saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan penjaringan untuk pencalonan Rektor. Bahkan dosen-dosen muda di Uniska didorong untuk mempersiapkan diri mengikuti kualifikasi pemilihan Rektor tersebut.

“Dosen muda memiliki potensi yang bagus untuk bisa menduduki pimpinan tertinggi dalam kampus. Yang muda memiliki banyak peluang untuk berkarya,”katannya Rabu (24/2/2021).

Kriteria tersebut juga merupakan putusan dari Yayasan Uniska agar bisa memberikan kesempatan kepada yang muda untuk maju dalam kualifikasi tersebut.

“Artinya kenapa, Yayasan sudah punya komitmen calon pemimpin itu yang berkualitas seperti berpangkat Lektor Kepala dan usia masih muda. Dan ini pilihan yang tepat dimana giliran yang muda berkesempatan mengisi pucuk kepemimpinan di Uniska,” ucapnnya.

Berita Lainnya

Pj Walikota Tinjau Pelayanan Kesehatan

1 dari 2.635

Dalam calon sebagai Rektor ada empat syarat dan sejumlah poin yang menjadi kreteriannya, diantaranya bergelar Doktor (S3) berpangkat Lektor Kepala dan berumur di bawah 60 tahun. Kesarjanaannya tidak bermasalah dari LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan. Mampu membangun jaringan komunikasi dengan berbagai pihak, dan sebagainnya.

“Ada 400 lebih dosen Unsika, sementara 16 dosen yang berpangkat Lektor Kepala dan usianya juga masih muda,”jelas Jarkawi.

Ia, mengharapkan 16 dosen tersebut mampu dan dapat mempersiapkan benar-benar kompetensinya dalam berkarir.

“Seperti Murdiansyah yang sekarang Dekan Fisip Uniska, Tintin dari Faperta, Rahmi dari Pascasarjana dan Dewi dari Fakultas Ekonomi, mereka berpangkat Lektor Kepala dan berusia di bawah 60,” ucapnnya pula.

Saat ditanya apakah dirinya ikut dalam kualifikasi tersebut. Jarkawi hanya mendukung proses pencalonan tersebut, dan ia mendoakan yang terbaik dalam pelaksanaannya nanti.

“Kita mendoakan saja dan berharap siapa saja yang terpilih nanti rektor dapat membawa peningkatan anggaran kesejahteraan dosen, kemudian kepentingan akademisi lebih ditingkatkan, peningkatakan pembelajaran online, serta peningkatan anggaran penelitian. Agar bisa mendorong semangat para dosen yang menggarap penelitian yang pada akhirnya untuk jenjang karirnya juga,” pungkasnya. (fin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya