Masuk ke Pemukiman, Kemunculan Trenggiling Kagetkan Warga Batola

Banjarmasin, KP – Selama 30 menit berjuang, seekor hewan langka dilindungi, yaitu trenggiling akhirnya bisa dievakuasi oleh petugas dari Tim Animal Rescue ke kantor BPBD Kota Banjarmasin, Senin (15/2) pagi.

Hal tersebut berawal pada Minggu (14/2) malam. Salah seorang warga Kabupaten Barito Kuala (Batola), bernama Ali, diketahui menghubungi tim tersebut. Lantaran kediamannya dimasuki seekor hewan yang dianggapnya aneh.

Seorang petugas Animal Rescue, Ahmad Hanafi yang langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan tersebut mengatakan, hewan aneh yang dimaksud pelapor adalah seekor trenggiling, salah satu satwa yang masuk dalam kategori langka.

“Trenggiling itu bersembunyi di salah satu tiang bagian atas rumah warga. Pemilik rumah, tak tahu kalau ternyata hewan itu trenggiling,” ucapnya saat ditemui awak media usai melakukan rescue terhadap satwa langka tersebut, Senin (15/2) siang.

Tak ingin gegabah, tim pun langsung berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel. Setelah mendapat instruksi untuk melakukan evakuasi, tim pun bergerak.

Berita Lainnya
1 dari 275

Proses evakuasi itu tak segampang membalikkan telapak tangan. Menurut anggota Tim Animal Rescue lainnya, Andi Putra, timnya bahkan memerlukan waktu 30 menit atau setengah jam untuk berhasil mengevakuasi.

“Trenggiling mencengkram kuat salah satu tiang rumah. Trenggiling itu juga melilitkan ekornya ke kayu. Itu yang membuat kami kesulitan,” tambahnya.

Ketika diangkat, trenggiling yang berhasil dievakuasi Tim Animal Rescue itu diperkirakan beratnya mencapai 5 kilogram. Sementara umurnya, ditaksir sekitar tiga tahun.

Saat berada di markas BPBD Kota Banjarmasin, trenggiling itu tampak bersikap waspada. Menggulungkan tubuhnya, menjadi seperti bola yang bersisik tebal dan kuat di dalam sebuah kandang kawat.

Lantas, akan diapakan trenggiling yang dievakuasi itu? Andi menyatakan, mengingat status trenggiling yang langka, penanganan lebih lanjut akan diambil alih oleh tim dari BKSDA Kalsel.

“Kami menduga, habitatnya di alam liar terganggu. Makanya sampai datang ke permukiman warga,” tutup Andi.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya