Pengembangan Food Estate Butuhkan Banyak PPL Pertanian

Palangka Raya, KP – Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau membutuhkan banyak tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar berhasil mengembangkan kawasan food estate di kawasan tersebut.

“Agar berhasil, maka pengembangan food estate memerlukan banyak tenaga PPL,” ungkap anggota DPRD Kalteng Lohing Simon.

Kepada media, Senin (15/3), ia menyatakan kalau wilayah pengembabgan food estate kini terdapat hanya sedikit PPL, dan masih memerlukan lebih banyak lagi guna membina petani.

Dijelaskan, banyak hal yang harus dikerjakan para petugas PPL, seperti mengamati alat dan sarana produksi, pola tanam, penyiapan benih, hama, pengaturab pupuk dll. Bahkan mengola kelompok tani, serta infrastruktur pertanian.

Berita Lainnya
1 dari 527

“Karena itu dibukanya program food estate membuka lapangan pekerjaan bagi lulusan SMK dan S1 Pertanian berbagai jurusan. Sehingga menyiapkan SDM handal menjadi tugas SMK pertanian, fakultas pertanian dan jurusan lainnya,” tambahnya.

Pasalnya, hasil food estate juga memerlukan SDM memadai untuk pasca panen (industri) dan perdagangannya, termasuk jasa perbankan guna mendukung dana pengembangan paca panen.

Juga tak kalah pentingnya ketersediaan SDM bidang teknologi pertanian, sehingga alat dan peralatan permesinan pertanian selalu terpelihara baik pada bengkel-bengkel di kawasan food estate. 

“Saya kira itulah yang mendesak dipikirkan saat ini bila ingin program food estate berhasil. Sebab di lahan itu juga akan didukung dengan pengembangan peternakan, perikanan, hultikultura dan lainnya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kalteng ini.

Program pengembangan food estate harus berhasil guna mendukung Ibu kota Baru (IKN) di Kalimantan Timur, agar tidak lagi terlalu bergantung dengan Pulau Jawa, yang telah sempit lahan pertaniannya. (drt/K-10)
     

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya