Bangun dari Tidurnya, Kondisi Echa Masih Lemah

Banjarmasin, KP – Setelah 12 hari di rawat di RSUD Ansari Saleh, Siti Raisa Miranda atau Echa slSi Putri Tidur akhirnya kembali pulang ke rumahnya di jalan Pangeran, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Selama menjalani perawatan di RS, kondisi Echa dianggap sudah menunjukan kemajuan. Bahkan Ia sudah melakukan beberapa aktivitas dengan sendiri. Sehingga tinggal mengikuti rawat jalan, sesuai arahan pihak RS.

“Tanggal 10 April lalu di bawa ke RS. Keesokan harinya Echa tidur lagi. Kemudian tanggal 20 bangun. Selanjutnya 22 April lalu kami bawa pulang,” ucap Mulyadi (52), Ayah Echa saat ditemui awak media di kediamannya, Selasa (27/04) siang.

Mulyadi menceritakan, selama 18 hari tertidur, Echa hanya bertahan selama tiga jam terjaga. Walaupun terlihat hanya setengah sadar.

“Itu (waktu Echa bangun) ketika masih di rumah sakit. Jadi selama menjalani perawatan di rumah sakit kebanyakan tidurnya,” ungkap sang ayah.

Menurutnya, meski sudah kembali ke rumah, Echa masih terbatas dalam melakukan aktivitasnya. Alias baru beberapa hal yang bisa dilakukan anak kedua dari empat bersaudara itu dengan sendiri. Seperti makan dan buang air kecil.

“Aktivitasnya masih belum normal. Kadang-kadang juga nangis sendiri. Interaksi juga masih susah,” tambahnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.770

Lantas, bagaimana untuk proses penyembuhan Echa kedepan ? Mengenai hal itu, Mulyadi mengaku masih membawa anaknya ke dokter psikiater untuk menjalani terapi psikologi.

Disamping itu, juga ada beberapa obat-obatan dari pihak RS yang harus dihabiskan Echa selama di rumah.

“Kami juga terus motivasi supaya jangan tidur lagi. Obat dari rumah sakit juga diminumkan dua kali sehari, pagi dan malam,” pungkasnya.

Disinggung bagaimana jika ternyata Echa kembali tidur, Mulyadi memastikan, bahwa dirinya tidak akan lagi membawa buah hatinya yang masih berusia 16 tahun itu ke rumah sakit.

Pasalnya dua kali menjalani pemeriksaan, diagnosanya selalu tidak ada gangguan apapun. Begitu juga dengan pengobatan alternatif.

Mulyadi justru merasa, bahwa anaknya mengalami gangguan supranatural. Seperti dapat gangguan dari roh halus atau gangguan supranatural lainnya.

“Dua kali sudah pakai alat canggih, diagnosanya sama, nihil. Kalau tidur lagi kita pasrah saja. Kecuali dibawa RS luar daerah yang lebih menjamin kesembuhan Echa,” tandas Mulyadi. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya