Berkah Ramadhan
Pedagang Peci di Pasar Sudimampir Laris Manis

Banjarmasin, KP – Bulan Ramadhan 1442 H membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang. Selain pedagang kuliner untuk kebutuhan berbuka puasa, pedagang peralatan yang berkaitan langsung dengan peribadahan di bulan penuh berkah ini pun menuai untung cukup lumayan.

Contohnya, beberapa pedagang yang menjual berbagai perlengkapan untuk salat, seperti peci atau kopiah yang banyak ditemui di emperan pertokoan Pasar Sudimampir, Kota Banjarmasin.

Seperti pengakuan Firdaus, seorang pedagang peci di kawasan tersebut. Ia menyebut, selama bulan Ramadhan ini omzet penjualannya meningkat cukup signifikan. Kondisi ini berbanding terbalik 180 derajat dari tahun lalu, ketika awal virus Corona mulai mewabah di Banjarmasin.

“Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini penjualannya lebih bagus. Kalau tahun lalu kami tak bisa berbuat apa-apa, karena adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ungkapnya kepada Kalimantan Post, Rabu (28/4).

Menurutnya, tingginya minat pembeli di bulan Ramadhan ini membuat omzet penjualannya naik hingga 100 persen. Bahkan, ia mampu meraih jutaan rupiah perhari dari berbagai model peci yang dijualnya.

Berita Lainnya
1 dari 738

“Dalam sehari, rata-rata omzet penjualan antara Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Tapi, itu masih angka kotor, belum dipotong modal, biaya operasional dan pengeluaran lainnya,” ungkap warga Pekapuran, yang sudah lebih 30 tahun menggeluti usaha menjual perlengkapan salat itu.

Firdaus menambahkan, usaha tersebut sudah turun temurun dijalaninya. Semenjak kakeknya, hingga dilanjutkan oleh dia dan pamannya. Saat ini, selain di Pasar Sudimampir, lapaknya juga ada di Ramayana, Pasar Sentra Antasari.

Untuk harga peci dijual Firdaus variatif, tergantung model dan bahannya. Harga Dibandrol mulai yang paling murah Rp 5 ribu hingga kisaran Rp 50 ribu ke atas. Selain peci, Firdaus juga menjual tasbih, kayu siwak dan tasbih digital. “Tapi, yang paling banyak dicari pembeli saat ini adalah peci,” imbuhnya.

Selama bulan Ramadhan, Firdaus berdagang mulai dari pukul 9 pagi hingga sekitar pukul 6 sore. Namun, jika mendekati lebaran ia sengaja tutup lebih lambat dari biasanya, lantaran masih banyaknya pembeli yang berdatangan.

“Biasanya, sepekan menjelang Idul Fitri masih banyak warga yang ke pasar membeli peci. Makanya, 7 hari terakhir sebelum lebaran kita buka sampai jam 9 malam. Bahkan, di malam lebaran pun masih banyak warga yang ingin membeli peci,” pungkasnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya