Insentif Belum Dibayar, Atlet dan Pelatih PON ‘bakuciak’

Atlet dan pelatih yang sedang mempersiapkan diri untuk tampil di PON XX Papua, buka suara karena insentif dari Januari hingga April belum dicairkan

Banjarmasin, KP — Atlet dan pelatih yang akan tampil di PON XX Papua, mengeluhkan belum dibayarkannya insentif yang harusnya mereka terima, sejak Januari hingga April 2021.

Kondisi tersebut membuat sejumlah pelatih dan juga atlet ‘bakuciak’. Mereka menyayangkan kondisi ini terjadi, terlebih di 6 bulan jelang pelaksanaan PON Papua.

“Kami sangat menyayangkan, sebagian atlet ketergantungan dengan gajih tersebut, kami gunakan untuk kebutuhan sehari hari untuk memenuhi gizi dan lainnya, latihan kami jadi tidak maksimal, karena pikiran harus terbagi ke perekonomian” ucap Pedayung Kalsel, Naska.

Di tengah persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, mereka dihadapkan dengan sebuah permasalahan. Insentif atlet yang harusnya dibayarkan terhitung sejak Januari lalu, hingga April ini belum dicairkan.

Hal senada juga disampaikan oleh Pelatih Dayung Kalsel, Donny Achdiat yang menyebut tak sedikit atlet yang meninggalkan pekerjaan hanya untuk sekedar memenuhi program latihan.

Berita Lainnya
1 dari 359

“Sehubungan dengan empat bulan insentif yang belum dibayar, sangat berpengaruh sekali terhadap kinerja atlet, banyak atlet yang fokus menghadapi PON ini untuk membela daerah dan meninggalkan pekerjaan, yang mereka harap hanya insentif tersebut” tuturnya.

Mereka pun berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait hal ini. Selain fokus penanganan bencana dan covid-19, pesta olahraga tanah air yang bergulir empat tahun sekali juga diharapkan mendapatkan attensi lebih.

Sudah dicairkan

Terpisah Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, Fitri Hernadi menjelaskan, mengutip informasi dari Pj Sekda, minggu depan dana untuk insentif sudah bisa dicairkan.

Keterlambatan pencairan, kata Fitri karena menunggu proses pemangkasan anggaran selesai. Terakhir pencairan direncanakan bulan Maret tadi, ternyata penyediaan vaksin dibebankan kepada APBD, sehingga anggaran semua SKPD dipangkas untuk menambah biaya penanggulangan bencana.

‘’Informasi dari pak Pj Sekda proses sudah selesai, sehingga dana sudah bias dicairkan,’’ papar Fitri.

Namun untuk tahun ini hanya 10 cabor yang mendapatkan insentif, yaitu cabor yang lolos ke PON dengan medali. Untuk atlet Utama (emas) Rp5 juta. Madya (perak) Rp3,5 juta. Muda (perunggu) Rp 2 juta. Potensiel lolos PON pada cabor yang mendapat medali Rp1,5 juta. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya