Komisi III Sesalkan Besarnya Refocusing Bidang Sungai

Salah satu SKPD yang cukup besar terkena refocusing adalah anggaran bidang sungai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)

BANJARMASIN, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tahun anggaran 2020 lalu melakukan refocusing atau pemotongan alokasi anggaran hampir seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kebijakan itu diambil dalam rangka untuk mempercepat penanggulangan wabah virus corona (Covid-19).

Salah satu SKPD yang cukup besar terkena refocusing adalah anggaran untuk bidang sungai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota tahun 2020 antara komisi III dan DPUPR terungkap refocusing anggaran bidang sungai hampir mencapai 90 persen.

Besarnya refocusing anggaran khusus bidang sungai itu cukup disesalkan Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Muhammad Isnaini.

“Mengingat Banjarmasin menyandang predikat kota seribu sungai, sehingga penanganannya skala prioritas,” ujar Isnaeni kepada {KP} Rabu (14/4/2021).

Menurutnya, hal itu harus menjadi pengamalan empiris yang menjadi perbaikan ke depan terutama untuk penanganan sungai.

Berita Lainnya
1 dari 3.189

Isnaeni berpendapat, dalam upaya penanganan Covid-19 mestinya tidak SKPD dirombak anggarannya.

” Namun hanya SKPD yang bersentuhan langsung dengan program penanganan Covid-19 saja yang dipotong anggarannya,” ujanya.

Kembali ia menegaskan, menyusul musibah banjir yang dialami sejumlah daerah di Kalsel termasuk Banjarmasin awal tahun 2021 ini, maka upaya normalisasi sungai agar musibah itu tidak terulang harus jadi prioritas.

Diungkapkan Isaneni. dalam tahun anggaran 2021 DPUPR mengusulkan anggaran sebesar Rp 28 miliar untuk meneruskan program rutin penanganan dan normalisasi sungai di kota ini.

” Kita berharap anggaran yang relatif kecil itu tidak dikenakan refocusing lagi,” ujar ketua komisi membidangi masalah pembangunan ini.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Doyo Pudjadi mengakui, normalisasi sungai bisa jalan bila didukung program dan budgeting yang jelas.

Ia menyadari, normalisasi sungai masa sekarang berbeda dengan saat kondisi tanggap darurat ketika musibah banjir yang terjadi awal tahun ini.“Kalau sekarang untuk pembongkaran bangunan di sungai perlu dasar hukum,” katanya.

Pun begitu, Doyo yakin Desember 2021 nanti normalisasi sungai akan kelihatan hasilnya. “Sehingga musibah Banjir di Banjarmasin tak terulang, kalau pun ada dampaknya tak terlalu besar atau cepat surut karena mengalir ke sungai,”katanya. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya