Pendiri Provinsi Kalteng Meninggal Dunia

Palangka Raya, KP – Salah satu yang tersisa, tokoh Dayak dan pendiri Provinsi Kalteng era 1955-1956 Sabran Ahmad di usia 90 tahun wafat, dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, secara militer, Rabu (28/4).

Menurut anak tertuanya Budi Tangkasiang, ayahnya meninggal karena komplikasi jantung dan ginjal dan sering keluar masuk rumah sakit untuk pengobatannya di masa tua.

Pria kelahiran Kuala Kapuas 31 Desember 1939 meniggal dunia hari Selasa (27/4) sore sekitar pukul 17.15, memiliki 5 anak, tiga putra dan dua putri, dikenal sangat peduli masyarakat dan adat-istiadat Dayak.

Bahkan almarhum dipercaya sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng priode 2008-2016 masa kepemimpinan Gubernur Teras Narang memperjuangkan dan membentuk Majelis Nasional Adat Dayak.

Berita Lainnya
1 dari 481

Selama masa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan, almarhum juga dikenal sebagai salah satu pejuang dan memperoleh piagam vetran dari Pemerintah sehingga di makamkan di Taman Makam Pahlawan.

Karir politik tokoh ini pernah menjadi Anggota DPRD-GR Kalteng tahun 1966-1971, dan fraksi golkar DPR-RI priode 1988-1992, dan pendiri provinsi Kalteng terpisah dari Kalsel.

Di Pemerintahan almarhum yang sangat penyayang keluarga itu sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) priode 2971- 1986, serta Staf Ahli Gubernur Tahun 1986-19877.

Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Rusliana yang juga dikenal dalan pergerakan wanita di Kalteng, dengan terlibat dalam.organisasi sosial dan politik. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya