Tak Ada Titik Temu Hingga Bangunan Roboh

Banjarmasin, KP – Upaya revitalisasi bangunan tua yang ada di Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Baru masih belum juga dijalankan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Bahkan kemarin malam tembok selasar kios di lantai dua dan tiga dari bangunan tua Pasar Ujung Murung ambruk dan menimpa satu buah kendaraan warga yang saat itu tengah berteduh di bawahnya.

Lantas, kapan revitalisasi itu dimulai atau terealisasi belum ada yang tahu. Karena semuanya itu tergantung kebijakan dari Wali Kota terpilih nantinya.

“Terkait kapan revitalisasi itu dimulai tergantung kebijakan Wali Kota terpilih,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Drs H Norbi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (6/4) pagi.

Pria dengan sapaan Norbi itu menjelaskan, bahwa saat ini prosesnya sendiri masih berlangsung dan terhenti dalam tahap negosiasi dengan para pedagang di kedua pasar tersebut.

Pasalnya, hasil negosiasi yang dijalankan itu, para pedagang Pasar Sudimampir Baru, berkeinginan agar menghabiskan dulu masa Surat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang dimiliki para pedagang.

Berita Lainnya

Satgas Belum Rekomendasikan PTM

1 dari 3.201

Ia membeberkan, surat tersebut diketahui masih berlaku sampai tahun 2025.”Sedangkan pedagang di Pasar Ujung Murung menginginkan agar secepatnya direvitalisasi karena bangunannya sudah terlalu lama,” sambungnya.

Atas kondisi diatas tersebut, Norbi pun mengakui, upaya revitalisasi pasar tersebut belum bisa dilaksanakan hingga saat ini lantaran belum ada titik temu.

Disinggung bagaimana dengan pasar lainnya? Apakah ada rencana untuk direvitalisasi juga. Mengenai hal itu, Norbi mengaku, untuk sementara ini program revitalisasi hanya ditujukan dua pasar tersebut. Sedangkan pasar yang lain masih belum, lantaran masih dianggap layak.

“Tapi, kami ada mengusulkan untuk meminta Dana Alokasi Khusus (DAK) ke kementerian untuk pembenahan pasar. Ada pasar-pasar tertentu yang milik Pemko Banjarmasin yang diusulkan, seperti misalnya Pasar Kuripan,” jelasnya.

Bahkan dalam usulan itu, Norbi juga menambahkan, pihaknya hanya menyampaikan luasan tanahnya. Sedangkan pendanaan dan pembangunannya dijalankan dan dibantu oleh pihak kementerian.

“Karena kementerian yang memiliki standar dari pembangunan sebuah pasar itu seperti apa,” tutupnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya