Kesaksian Perkara Dugaan Cek Kosong
Uang Rp 1 M Diserahkan ke Mantan Bupati Balangan di Kamar Hotel

Menyerahkan uang di Rattan Inn itu cash, di dalam plastik di dalam tas saya

BANJARMASIN, KP – Kesaksian dalam sidang perkara dugaan penipuan cek kosong dengan terdakwa mantan Bupati Balangan, H Ansharudin, di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (20/5).

Tiga saksi dihadirikan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Fahrin Ambrulah, mereka semua adalah saksi pelapor, Dwi Putra Dipling alias Dwi, saksi Mukhlis dan saksi Rrusian.

Untuk Majelis hakim diketuai Aris Bawono Langgeng SH MH dampingi dua hakim anggota.

H Ansharuddin hadir di ruangan sidang bersama dua orang kuasa hukumnya diantaranya Muhammad Mauliddin Afdie.

Saksi pelapor menjadi saksi pertama memberikan keterangan sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Hakim, JPU kuasa hukum terdakwa.

Dalam kesaksiannya, Dwi menyebut bahwa uang senilai Rp 1 M (Miliar) yang dipinjamkan dan diserahkan kepada terdakwa ini, dibawanya dari Jakarta ke Banjarmasin melalui jalur penerbangan udara.

Ia lalu menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa di salah satu kamar di Hotel Rattan Inn Banjarmasin ditemani dua orang yang juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan yaitu Mukhlisin dan Rusian.

“Ketika menyerahkan uang di Rattan Inn itu cash, di dalam plastik di dalam tas saya. Itu tanggal 2 April Tahun 2018,” kata Dwi.

Saksi Dwi menyebut penyerahan uang pinjaman tersebut didasarkan atas pembicaraannya sebelumnya dengan terdakwa, bahwa uang tersebut akan digunakan untuk melunasi utang terdakwa kepada orang lain.

“Setelah diserahkan dibuat kwitansi ditandatangani terdakwa dan dijanjikan akan dikembalikan setelah persoalan utang terdakwa selesai,” ujar Dwi.

Berita Lainnya
1 dari 1.330

Namun kata dia, saat diminta pengembalian uang Rp 1 M tersebut, terdakwa tidak menyerahkan uang tunai.

Sesuai jumlah yang dijanjikan dan juga sempat menawarkan pembayaran melalui penyerahan surat-surat kepemilikan aset. Namun tawaran tersebut ditolak Dwi.

Pada Tanggal 23 April Tahun 2018, Dwi menyebut terdakwa yang saat itu berada di rumah dinasnya di Kabupaten Balangan menyerahkan cek pembayaran bertuliskan nilai Rp 1 M kepadanya dan ternyata ditolak pihak bank saat coba dicairkan pada Tanggal 28 Agustus.

“Saat dicairkan cek tidak ada uangnya. Saat diberi surat penolakan oleh bank baru tau saya rekening itu bukan rekening milik terdakwa.

Karena itu saya layangkan somasi dan saya laporkan,” bebernya.

Sedangkan kedua saksi lainnya yaitu Mukhlisin dan Rusian dalam keterangannya menyatakan hal yang kurang lebih senada dengan cerita kesaksian yang disampaikan Dwi.

Di mana keduanya mengaku saat itu menjemput saksi Dwi di Bandara dan mengantarkannya bertemu terdakwa di Hotel Rattan Inn.

Keduanya juga mengaku menjadi orang yang mendampingi saksi Dwi saat berupaya meminta pengembalian uang dari terdakwa.

“Yang menulis cek (pengembalian) saya lihat memang Pak Anshar,” kata Rusian dalam kesaksiannya.

Sidang perkara tersebut rencananya akan dilanjutkan kembali pada Kamis (27/5/2021).

Sementara ditemui usai persidangan, kuasa hukum terdakwa, M Mauliddin Afdie menyatakan, sangat keberatan dengan kesaksian ketiga saksi.

Disebutnya, akan memasukkan fakta-fakta dan bukti untuk membantah atas keterangan para saksi tersebut. “Kami nanti akan sampaikan di pembelaan,” pungkas Muhammad Mauliddin Afdie. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya