Monumen Munggu Raya Direnovasi
Lokasi Perundingan ALRI Divisi IV dengan Belanda

Kandangan, KP – Monumen Munggu Raya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), yang merupakan simbol pengingat lokasi perundingan Belanda dengan ALRI Divisi IV mulai direnovasi.

Bupati HSS Achmad Fikry membuka tirai papan rencana pembangunan, Senin (17/5/2021) saat upacara peringatan HUT ke-72 Proklamasi 17 Mei 1949, yang menandai dimulainya pembangunan. 

Munggu Raya adalah tempat pertemuan pada 2 September 1949, antara pemerintahan kolonial Belanda dengan Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan yang merupakan angkatan perang Republik Indonesia (RI). Kini, lokasi tersebut merupakan bagian wilayah administrasi Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya.

Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Kabupaten HSS, berupaya merenovasi monumen pengingat yang di sampingnya terdapat menara pemancar siaran TVRI itu.

Bupati HSS Achmad Fikry mengucapkan terima kasih kepada DHC 45 Kabupaten HSS, yang menginisiasi renovasi Monumen Munggu Raya yang merupakan simbol pengingat sejarah besar di Kalimantan.

“Terima kasih DHC yang memprakarsai perbaikan, termasuk juga beberapa pihak yang turut mendukung,” ucap Achmad Fikry.

Berita Lainnya
1 dari 567

Bupati Achmad Fikry berharap, peristiwa di Munggu Raya menjadi bagian sejarah besar yang tidak dilupakan, terlebih dengan diperbaharui Monumen sebagai pengingatnya.

Achmad Fikry menambahkan, Monumen Munggu Raya bahkan bisa menjadi tempat wisata sejarah bagi masyarakat.

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, yang merupakan Ketua DHC 45 HSS menerangkan, renovasi Monumen Munggu Raya merupakan bagian dari janji kepengurusan saat pelantikan beberapa waktu lalu.

Renovasi monumen itu, Syamsuri Arsyad berharap masyarakat dapat mempelajari sejarah dan mewarisi nilai yang terkandung dalam peristiwa di Munggu Raya tersebut.

“Semangat juang para pahlawan perjuangan harus diwarisi bersama,” pesannya.

Generasi muda sekarang imbaunya harus melek sejarah, bahwa di Kabupaten HSS penuh retorika perjuangan dengan hal-hal yang menggugah semangat.

“Kita punya peristiwa Amuk Hantarukung, Perjuangan Tumenggung Antaluddin, kita punya tokoh pahlawan yang berskala nasional, kita punya hari kesejarahan yang di daerah lain tidak ada,” sebut Syamsuri Arsyad tentang peristiwa-peristiwa sejarah besar perjuangan lainnya di HSS. (tor/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya