8 Kilogram Shabu Dikemas Dalam Karung Beras Diungkap BNN Kalsel

Banjarmasin, KP – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ungkap modus bawa shabu dikemas dalam karung beras dengan barang bukti 8Kilogram) narkotika jenis shabu-shabu.

Kasusnya digelar, Kepala BNN Kalsel, Brigjen Pol Drs Jackson Lapalonga MSi didampingi Kabid Pemberantasan Kombes Pol R Prasetyo, Selasa (15/6/2021).

Dikatakan, sejumlah petugas di lapangan dipimpin Kasi Penyidikan, Kompol Yanto Suparwito  mendapat informasi  ada orang, diduga sebagai kurir ingin mengirim ke Kalsel, khususnya Banjarmasin.

Pencegatan dan penangkapan dilakukan Jum’at (11/6/2021) malam sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan A Yani Km 5 (tepatnya di depan Rm Sederhana) Kelurahan Pemurus Luar Kecamantan Banjarmasin Timur.

Untuk tersangka  Aspian alias Iyan (38), warga Jalan Belitung Darat Gang Sejiran Rt.024 RW.002 Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan . Banjarmasin Barat.

“Barang bBukti, total seluruhnya ada  8 paket besar dengan berat bersih 8.070.”Uniknya modus pelaku dengan memasukan sabu ke dalam karung beras agar tak terendus,” ucap Kepala BNN Kalsel.

Untuk di TKP pertama, anggotasita 5 paket dengan berat bersih 4.775 gram yang dimuat di dalam karung beras.

Tak sampai disitu, anggota kemudian menggiring pelaku ke tempat tinggalnya di lain lokjasi yakni Jalan Kelayan A Gang Setuju Rt 012 . Banjarmasin Selatan, hingga ditemukan lagi barang bukti lainnya.

Berita Lainnya
1 dari 2.613

Dari hasil penyidikan sementara, bahwa sabu tersebut diambil di suatu tempat yang rencananya diedarkan di wilayah Banjarmasin.

Jackson bilang, hingga saat ini pihaknya masih mendalami keberadaan lokasi dimana tersangka mengambil shabu ini.

Namun ia memastikan bahwa tersangka bukan residivis. Pasalnya, dari tersangka baru pertama kali terjerat kasus narkoba.

“Kami juga masih melakukan pemantauan terhadap beberapa jaringan, antar provinsi maupun kabupaten kota di Kalsel,” terangnya.

Dibeberkan Jackson bahwa, shabu tersebut diduga jaringan berasal dari Kalimantan Utara ke Kalimantan Timur hingga sampai ke Kalsel.

“Berkat gagalkanya 8 kilogran shabu ini, kita bisa menyelamatkan sekita 160 ribu orang. Dihitung 1 gram untuk 10 orang,” katanya.

Akibat perbuatannya, Ian dijerat Pasal 114 ayat 2 undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara itu, Ian mengaku bahwa dirinya bersedia menjadi kurir karena dijanjikan upaah yang besar. Dia bilang dijanjikan dibayar Rp20 juta, namun belum sempat menerima upah tersebut dan keburu ditangkap. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya